
Musim 2013/2014 adalah musim yang luar biasa bagi Jon Flanagan. Di musim itu, Flanagan berhasil muncul ke tim utama Liverpool setelah bermusim-musim ia bercokol di tim cadangan. Masa depannya pun tampak cerah.
Pada musim di mana Liverpool nyaris menjadi juara itu, Flanagan bermain luar biasa sebagai seorang full-back kanan. Selain apik dalam membantu pertahanan Liverpool, ia juga piawai menjadi salah satu penginisiasi serangan.
Di musim itu, ia mencatatkan 23 penampilan dengan rata-rata 5 defensive action (tekel, intersep, clearance) per laga. Selain itu, menurut catatan Squawka, ia juga punya akurasi operan sebesar 83% —menunjukkan kalau dia cukup oke untuk mengalirkan bola dari sayap.
Baca Juga :
Berkat penampilan apiknya musim itu, Flanagan kemudian dijuluki "The Scouse Cafu" dan bahkan sampai bertemu Cafu betulan. Posisi Flanagan dan Cafu memang persis sama: full-back kanan. Dan disamakan dengan legenda hidup Brasil yang sudah memenangi dua trofi Piala Dunia itu jelas sebuah kebanggaan tersendiri.
"Kami menghabiskan waktu dengan makan, bercakap-cakap, dan foto bersama. Ia sangat kuat dan ia punya segala yang dibutuhkan untuk menjadi full-back terbaik di dunia," kata Cafu.
Ya, ingat baik-baik beberapa patah kata terakhir: full-back terbaik dunia.
Sayangnya, apa yang dikatakan oleh Cafu itu tak pernah terjadi. Setelah disematkan gelar "The Scouse Cafu", karier Flanagan justru menurun. Pada musim 2014/2015, sama seperti performa Liverpool yang terjun bebas, performa Flanagan juga tiarap. Situasi makin buruk setelah ia mendapatkan cedera yang membuatnya menepi dari 27 April 2015 hingga 11 Januari 2016.
Kala Brendan Rodgers digantikan oleh Juergen Klopp di musim berikutnya, nama Flanagan tak lagi diperhitungkan. Sehingga pada musim 2016/2017, ia harus sudi dipinjamkan ke Burnley. Sialnya, di Burnley ia tak jua mendapatkan menit bermain yang cukup. Ia hanya bermain 7 laga di seluruh kompetisi yang diikuti Burnley.
Musim ini, situasi buruk berubah menjadi terlampau buruk bagi Flanagan. Ia tak juga mendapatkan menit bermain. Bahkan, Flanagan kalah bersaing dengan Trent Alexander-Arnold yang baru berusia 19 tahun. Ia tak bermain satu laga pun bersama Liverpool musim ini. Di kala cahaya perihal kapan ia akan dipercaya oleh Klopp lagi tampak, Flanagan, pada 22 Desember lalu, ditangkap oleh polisi akibat dianggap melakukan tindakan kekerasan.
Menurut laporan BBC, Flanagan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain di Duke Street, sebuah tempat di pusat kota Liverpool. Ia kemudian dibebaskan dengan jaminan, tetapi harus mendatangi sidang pada 2 Januari mendatang.
Mengetahui ini, pihak Liverpool sendiri angkat tangan terhadap kelakuan Flanagan.
"Liverpool telah mengetahui ada sebuah insiden yang melibatkan salah satu pemain di tim utama. Kami takkan memberikan komentar lebih lanjut ketika prosesnya kini sedang terlaksana dengan pihak terkait," jelas Liverpool dalam pernyataan resmi klub.
Ah, Flanagan…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar