Jumat, 20 Mei 2016

Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Pilih Jadi Tukang Jamu di Pasar

MerahPutih kuliner - Pedagang Jamu Deplok di Pasar Kranggan, Jetis, Yogyakarta, dikelola oleh dua bersaudara, Nugi Nugroho dan Hari Wahyudi. Keduanya belum lama menjadi pedagang jamu. Baru sekira 10 bulan.

Sebelumnya, mereka merupakan pekerja di perusahaan swasta di Yogyakarta. Hari Wahyudi di akhir pekerjaannya ternyata menjabat General Affair di perusahaannya. Sementara Nugi, ia merupakan lulusan Akademi Pariwisata di Kota Yogyakarta.

Hari mengaku, meski berat meninggalkan pekerjaan sebelumnya, ia tegaskan mantap memilih berdagang jamu di pasar. "Kita cuma meneruskan usaha yang sudah dirintis orangtuanya orangtua kita. Terakhir kan dipegang orangtua kami sendiri. Dipikir-pikir, ya sekalian melestarikan budaya," kata Hari santai saat berbincang dengan merahputih.com, di Pasar Kranggan, Jetis, Yogyakarta, Kamis (19/5).

Padahal, pendapatannya menjadi pegawai bisa mencapai dua kali lipat  jika dibandingkan pendapatannya berdagang jamu. Namun, ia yakin, usahanya saat ini lebih memiliki berkah.

Jamu Deplok racikan Hari dan Nugi (Foto: Fredy WP)

Di sisi lain, Nugi mengaku bahwa ia beruntung kuliah di pariwisata. Pasalnya, ada ilmu yang bisa ia terapkan dalam menujual jamu. "Saya jadi bisa bicara bahasa Inggris. Pas ada pembeli wisatawan asing, ya, saya bisa ladeni kan," katanya dengan nada gurau.

Keduanya mengaku tidak malu memilih jadi pedagang jamu di pasar. Bagi mereka, ada kenikmatan tersendiri yang tidak bisa didapatkan saat menjadi pegawai swasta.

Kakak beradik ini sejak kecil telah akrab dengan dunia jamu. Bahkan, mereka mulai mempelajari bagaimana meracik jamu sejak kecil. "Dari kecil kita lihat kalau si mbah lagi ngeracik jamunya, terus kita juga selalu bantu-bantu ibu jadi kita tau takarannya kebutuhannya disesuaikan," papar Nugi.

Karena pengalaman di bangku kuliah dan pekerjaan sebagai General Affair tersebut, Jamu Deplok kakak adik ini pun dikelola dengan mengikuti gaya anak muda masa kini. Salah satunya, mereka mengikuti gaya dan kehidupan anak muda di media sosial. Selain bisa menjadi ajang pendekatan, media sosial mereka gunakan untuk berbagi cerita dan gambar. Jamu Deplok ini dapat ditelusuri di instagram @jamupasarkranggan dan facebook Jamu Pasar Kranggan. (Fre)

BACA JUGA:

  1. Dari Lapak Jamu Jadi Cafe The House of Raminten
  2. Ayam Koteka, Menu Andalan The House of Raminten
  3. Tempat-tempat Ngopi Asyik di Yogyakarta
  4. Wedang Uwuh Minuman Tradisional Asli Yogyakarta
  5. Nikmati Bubur Ayam Khas Jakarta di Yogyakarta
(MP/man)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search