Selasa, 12 Juli 2016

Kisah Menggapai Cinta Sang Penyelamat

Judul               : Memory In Love

Penulis             : Cicilia Mugi S

Penerbit           : Kanisius

Terbit               : Cetakan pertama, 2016

Tebal               : 227 Halaman

ISBN               : 978-979-21-4549-3

Kehidupan manusia tak pernah lepas dari kisah dan cinta yang saling melengkapi.  Untuk menorehkan kasih abadi, maka cinta yang layak  adalah kepada Sang Pelipur Dosa. Cinta ini  paling puncak. Cinta kepada Sang Penyelamat merupakan inti setiap cinta. Setiap  manusia mempunyai kisah yang membingkai seluruh pengalaman hidup. Terhadap semua kisah tersebut manusia dipanggil untuk berefleksi sebagai  tuntutan memaknai hidup. Itulah  ungkapan Yunani kuno, "Hidup yang tidak direfleksikan tidak layak dijalani."

Refleksi salah satu cara membuat setiap pengalaman hidup lebih indah. Manusia merefleksikan pengalaman ke dalam masa lalu, sekarang, dan mendatang. Masa lalu adalah kenangan bagi manusia. Kini kenyataan yang tidak bisa ditolak. Sedang  masa depan merupakan  sebuah harapan yang harus direncanakan. Semua mengiringi jejak-jejak hidup manusia yang  tidak mampu berlari dari tiga rangkaian waktu. Berlari berarti  kehilangan makna hidup. Di titik ini tugas manusia  mengontemplasikan kisah tersebut.

Buku  membicarakan  kisah-kisah dalam menggapai cinta yang murni. Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek mengenai  perjumpaan dengan Sang Penyelamat dan kasih sayang kepada sesama. Cerita-ceritanya ditulis dengan sangat detail. Setiap  cerita sulit   ditebak ending-nya.

Salah satu cerpen Memory In Love menceritakan  seseorang yang mencurahkan jiwa dan raga untuk Tuhan dengan seting cerita  di daerah pemakaman, simbol akhir kehidupan manusia. Dalam pemakaman pula manusia akan mati membawa amal selama hidup, bukan emas atau perak.

Tidak hanya itu, rasa kemanusian kemudian dibangun dalam percakapan anak panti asuhan dan sang suster. Panti asuhan merupakan pekerjaan kemanusiaan yang tidak bisa diukur dengan materi, tetapi kepuasan  hati. Di sini, suster tidak hanya mengabdi untuk kepentingan agama atau Tuhan, tetapi  harus berjasa untuk kehidupan sesama manusia.

Kepasrahan kepada Tuhan dan kepudulian untuk manusia,  disimbolkan dengan lambang salib. Salib tidak hanya bermakna penembusan dosa, tetapi sebagai hubungan  manusia kepada Tuhan dan manusia dengan sesama. Yang perlu diingat,  apa pun yang dilakukan, harus berlandaskan kepasrahan. Ketika tidak ada kepasrahan,  semua tindakan  hanya sia-sia.

Tidak hanya itu, kepedulian kepada manusia harus berlandas pada cinta. Judul lain,

Cinta yang diperuntukkan kepada Penghapus Dosa menguraikan seorang biarawati  yang dulunya buta,  dalam setiap doanya selalu berharap ingin melihat. Dia lalu memasrahkan diri dan jiwanya pada  Tuhan. Kemudian doa ini didengar seorang pemuda bernama Alex.

Dalam perjalanan  waktu, Alex jatuh cinta kepada suster. Sedangkan Alex sudah punya anak dan keluarga. Cinta yang dibangun dari rasa dalam hati. Cinta yang tidak melihat kekurangan. Cinta yang mengarah kepada Sang Penyelamat. Akhirnya Alex hanya bisa mencintainya dalam diam.

Waktu semakin berjalan dan usai Alex semakin dikoyak waktu akhirnya meninggal. Namun sebelum meninggal dia berpesan agar matanya didonorkan untuk  suster. Setelah waktu semakin berjalan, suster selalu berziarah ke makam Alex. Di siang yang cukup terang itu, akhirnya suster dan anak Alex yang tinggal di panti asuhan  berjumpa.

Di momen inilah, pembaca akan dibawa dalam dunia rohani ke alam cerita sehingga terbuka setiap kata sampai  ingin melahap setiap kata. Banyak lagi cerita dalam buku tentang manusia dan Tuhan. Cerita-cerita yang dibangun selalu disuguhkan dengan cinta kepada Tuhan. Pembaca tidak hanya mendapatkan kisah, tetapi tentang cinta, Cinta Sang Penyelamat.

Diresensi Ngarjito Ardi Setyanto,  Mahasiswa Perbandingan Agama  UIN Sunan Kalijaga

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
Recommended article from FiveFilters.org: Most Labour MPs in the UK Are Revolting.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search