Rabu, 06 Juli 2016

Kisah Pendukung Persib di Lyon Sebelum Portugal vs Wales

Penggemar Persib Bandung, Pebrianty Wardani, sedang berada di Lyon, Prancis, untuk Street Football World. Kisahnya soal kesukaannya kepada Maung Bandung diungkapkan ke Sportsatu pada Selasa (5/7), sehari sebelum semifinal Piala Eropa 2016 antara Portugal vs Wales pada Rabu (6/7).

Kabar langsung SportSatu dari Prancis

Pebrianty Wardani yang akrab disapa Pebry menjadi salah satu pemain dari Rumah Cemara, Bandung, yang ikut terlibat di Street Football World. Dirinya ikut bersama tiga pemain lainnya yaitu, Yohan, Rosi, dan Faris. Pebri tergabung dengan tim yang sama dengan Faris yang bergabung juga dengan anak-anak dari negara lain.

Pebri mengaku senang bisa bertemu dengan anak-anak dari negara lain. "Seru dan senang di sini. Suka becanda juga dengan anak dari Afrika Selatan, India, Amerika latin, dan banyak deh," kata Pebri. "Saya sedikit bisa bahasa Inggris tapi becanda dengan bahasa isyarat. Yang pasti saya ikut tertawa," ujar gadis kelahiran Bandung, 16 Februari 1999 itu.

Meski senang, Pebri cukup sedih tidak bisa lebaran di Bandung, Jawa Barat. "Sedih juga lebaran sekarang tidak di Bandung. Akan tetapi, saya sudah pesan ke adik minta maaf tidak bisa lebaran bersama keluarga," kata Pebri.

Meski tidak bisa ikut lebaran, Pebri juga mengaku keluarganya bangga dengan dirinya. "Keluarga bangga anaknya bermain di sini. Ini juga pengalaman baru karena pertama kali ke luar negeri," ujar Pebri, yang tergabung di tim Lyon Terminators di Street Football World.

Peran keluarga cukup penting dalam kesukaan Pebri terhadap sepak bola. "Saya dari kecil sudah suka sepak bola. Bapak suka ajak saya ke Siliwangi atau Si Jalak Harupat untuk menonton Persib. Dia itu penggemar berat Persib. Namun, sekarang sudah jarang menonton langsung karena kesibukan kegiatan," kata Pebri.

"Kalau pemain kesukaan di Persib yaitu Yandi Sofyan. Ada juga beberapa anak diklatnya yang saya suka," kata Pebri sambik tersenyum.

Kegiatan Street Football World menggunakan cara bermain Football Three. Terdapat tiga babak di mana babak pertama melakukan diskusi aturan yang akan disepakati bersama, babak kedua bermain bola sepak di lapangan mini, dan babak ketiga diskusi soal apa yang sudah dimainkan dan poin-poin fair play yang didapat. Football Three tidak hanya persoalan gol tetapi juga nilai-nilai fair play dan aturan yang telah disepakati. Jadi poin-poinnya tidak hanya didapat dari gol yang tercipta.

Baca juga: Ini yang Dirasakan Penggemar Persipura di Lyon

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search