Kamis, 14 Juli 2016

Kisah Tragis Wanita Wanita yang Dibunuh Teman Kencannya

Nasib Farah, dialami juga oleh Alika, Tata Chubby, Eno Fariha dan Hayriantira. Wanita-wanita cantik ini dihabisi pria yang menjadi teman kencannya.

JAKARTA – Kasus Farah Nikmah Ridhallah (23) yang dibunuh teman kencannya, mengingatkan sejumlah kasus yang sama beberapa waktu lalu. Sebut saja Alika (23), yang juga ditemukan tewas di kamar hotel. Begitu juga dengan Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby (25), Eno Fahirah Eno Fariha (18) dan Hayriantira atau Ryan.

Persamaan nasib dari wanita-wanita ini adalah meregang nyawa dibunuh teman kencannya. Mereka dibunuh dengan keji gara-gara menghina teman kencan maupun teman dekatnya. Farah dihabisi Calvin gara-gara kecewa ajakannya untuk bercinta ditolak dan dihina mengalami ejakulasi dini. Alika dibunuh Syahrul yang marah setelah dikatai bau badan dan mirip King Kong.

Hal serupa juga dialami Tata Chubby yang dibunuh Priyo yang tersinggung saat dikatai bau ketek. Sementara Arif nekad membunuh Eno yang merupakan teman satu pabriknya lantaran sakit hati sering disebut jelek.

Kasus pembunuhan serupa juga dialami Asisten Presdir PT XL Axiata Hayriantira, atau perempuan yang akrab disapa Ryan itu. Dia tewas setelah diduga mengejek alat kejantanan teman kencannya. Kini, para pembunuh sadis itu telah ditangkap bahkan ada yang sudah dijatuhi vonis oleh majelis hakim.

Farah Nikmah Ridhallah

Farah Nikmah Ridhallah (23) merupakan resepsionis di salah satu kantor Bank Bukopin di kawasan Tangerang. Sosok yang berencana memberangkatkan orang tuanya umroh ini, ditemukan sudah menjadi mayat dalam kardus di kolong tol Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, kejadian bermula pada Jumat (8/7/2016) pukul 19.00 WIB. Pelaku dan Korban janjian bertemu di Apartemen milik pelaku di Marina Tower B lantai 27 di Ancol, Jakarta Utara. Pelaku dan korban berhubungan badan. Selesai berhubungan badan pukul 21.00 WIB, pelaku memenuhi janji dengan memberikan uang sebesar Rp 4 juta kepada korban. Korban menginap.

Keesokan harinya, Sabtu (9/7/2016). Pelaku dan korban makan siang di lobi apartemen. Pelaku mengajak berhubungan badan kembali. "Namun korban menolaknya dan sambil berkata 'kamu keluarnya cepet, ngapain diterusin lagi, lagian saya juga sudah dicari orang tua saya'," jelas Awi.

Sontak, emosi pelaku tersulut. Dia langsung memukul wajah korban dengan kayu berukuran 50 sentimeter hingga korban tersungkur di lantai. Tak puas, pelaku pun kembali memukul korban dengan tangan kosong dan mencekiknya sampai tewas.

Setelah korban meninggal, jenazah korban dimasukkan ke boks plastik beralaskan seprei bermotif kotak-kotak berwarna pink, kemudian diberi kapur barus dan dilakban rapi. Kardus diikat dengan tali plastik berwarna biru. Kemudian, pukul 20.00 WIB pada hari yang sama, pelaku membawa kardus berisi mayat korban ke mobil menggunakan troli. Mayat kemudian dibuang ke kolong tol PIK.

Empat hari kemudian, tepatnya Rabu (13/7/2016) pukul 04.05 WIB, tim gabungan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Satreskrim Polres Jakarta Utara, dan Reskrim Polsek Metro Penjaringan meringkus pelaku di apartemennya.

Alika

Pada saat yang hampir bersamaan, Alika (23) juga ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar Hotel Elysta, Koja, Jakarta Utara. Ia dibunuh teman kencannya Syahrul Sidik (29). Ia mengaku menusuk Alika 9 kali karena sakit hati dikatai seperti king kong.

"Saat berhubungan badan, pelaku tersinggung karena dikatain oleh korban bau badan dan badannya berbulu kayak king kong," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan, Rabu (13/7/2016).

Mendengar perkataan Alika, pelaku naik pitam. Ia menghunuskan sebilah pisau yang dibawanya ke tubuh korban. Seketika korban meregang nyawa. "Pelaku menusuk perut korban sebanyak 9 kali serta di bagian leher berkali kali," imbuhnya.

Syahrul akhirnya ditangkap kurang dari 24 jam oleh tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Purwakarta, Jawa Barat. Dia dihadiahi timah panas petugas karena melawan dan mencoba kabur saat hendak ditangkap.

Eno Fariha

Motif asmara sangat kental ‎dalam kasus pembunuhan karyawati pabrik plastik Polyta Global Mandiri di Dadap, Tanggerang, Banten, Eno Parihah. Ada 3 orang yang melakukan pembunuhan terhadap dirinya. Para pelaku membunuh karena sakit hati ditolak oleh perempuan berusia 19 tahun tersebut. Bahkan salah satunya adalah teman satu pabrik Eno berinisial Rar alias Arif (24).

Arif merupakan orang pertama yang diciduk polisi, usai jenazah Eno ditemukan di kamarnya di mess wanita Pabrik Polyta Global Mandiri di kelurahan Jatimulya, Jalan Raya pernacis Pergudangan 8, Kosambi, Dadap, Tangerang, Banten. Arif sendiri tinggal di mess pria yang bersebelahan dengan mess wanita yang ditinggali Enno.

Berdasarkan pengakuan kepada petugas, Arif nekad membunuh Eno yang merupakan teman satu pabriknya lantaran sakit hati sering disebut jelek. Namun ia dikenal playboy. Padahal status Arif sudah menikah di kampungnya, namun mengaku bujang. Bahkan Ia memiliki pacar bernama Sari yang tak lain teman satu mess Eno.

Meski telah memiliki pacar yang satu pabrik dengannya, namun Arif diam diam menyukai Eno. Nahas, pendekatan yang dilakukannya ditolak oleh Eno. "Dan sama dengan lainnya, dia (Arif) juga menyukai korban," katanya.

Arif sendiri merupakan pelaku yang melakukan tindakan biadab. Selain menyetubuhi korban, Arif juga lah yang berperan memasukan gagang pacul ke dalam tubuh korban.

Tata Chubby

Tata Chubby (25) diduga dibunuh oleh Priyo di sebuah rumah kos di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada April 2015 lalu. Tata ditemukan tewas tanpa busana dengan mulut disumpal kaos kaki. Tata diketahui berprofesi sebagai wanita panggilan.

Priyo mengaku membunuh karena kesal diejek korban bau badan. Pria dua anak ini kini telah dijatuhi vonis 16 tahun bui. Majelis hakim menyebut pembunuhan yang dilakukan oleh Priyo, tergolong sadis. Sedangkan hal yang meringankan dalam putusan Priyo karena terdakwa mengakui perbuatannya.

Hayriantira

Asisten Presdir PT XL Axiata, Hayriantira, juga tak jauh berbeda nasibnya yang dialami Tata Cubby. Dia tewas di tangan teman dekatnya, Andy Wahyudi. Andy mengaku tidak pernah merencanakan pembunuhan terhadap teman wanita yang sudah ia kenal sejak dua tahun itu.

Andy mengklaim, saat ia dan Ryan sepakat membuka kamar dan menginap di hotel, tak terbersit niatnya untuk meniduri Ryan. Begitu pun saat berada di kamar. Namun saat itu Ryan meminta ia menggaulinya. Kemarahan Andy meradang secara tiba-tiba, saat mendengar Ryan mengejek alat kejantanannya. Dia langsung membungkam wajah janda dua anak itu hingga tewas.

Tersadar baru saja membunuh Ryan, Andy pun memutar otak agar aksinya tidak terbongkar. Maka dia pun segera melucuti pakaian Ryan dan menenggelamkan dengan posisi telungkup dalam bak air panas. Ryan ditemukan tewas mengenaskan di Hotel Cipaganti, Jalan Raya Cipanas, Tarogong, Garut, Jawa Barat, pada Kamis, 6 Agustus 2015.

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
Recommended article from FiveFilters.org: Most Labour MPs in the UK Are Revolting.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search