
Atlet loncat indah Tiongkok, He Zi meraih medali perak di Olimpiade 2016, Rio de Janerio, Brasil. Perempuan berusia 25 itu baru saja turun dari podium usai menerima medali, ketika kekasihnya, Qin Kai tiba-tiba mendekat.
Tak disangka, Qin langsung berlutut di hadapan He. Ia menyodorkan cincin, dan mengajukan lamaran pernikahan.
Butuh keberanian untuk menyampaikan lamaran macam itu. Pun pria 30 tahun itu agaknya punya lebih dari sekadar keberanian biasa. Pasalnya, lamaran itu disaksikan penonton di arena pertandingan --turut pula termuat dalam layar raksasa. Itu belum menghitung para pemirsa yang menontonnya lewat layar kaca.
Beruntungnya, He yang sempat tertegun, akhirnya menerima lamaran Qin. Keharuan pun pecah di antara mereka berdua, seiring sorak-sorai penonton.
He dan Qin sudah berpacaran selama lebih kurang enam tahun. Meski demikian, He mengaku tak menyangka bisa menerima lamaran macam itu. "Saya tidak tahu dia akan melamar pada hari ini. Saya juga tidak berharap akan menikah dalam waktu dekat," kata He, seperti dikutip NPR.
Saking berbunga-bunganya, He mengaku lupa dengan kalimat yang diucapkan Qin saat melamarnya. "Tapi satu kalimat yang menyentuh, saat ia mengatakan bersedia 'diganggu' oleh saya sepanjang hidup," ujar He.
Bisa dipastikan, Olimpiade 2016 bakal jadi momen tak terlupakan bagi sejoli itu. Pasalnya, selain He meraih perak, Qin --yang juga atlet loncat indah-- sudah menyumbang perunggu untuk kontingen Tiongkok.
Kian paripurna, sebab perak dan perunggu itu dilengkapi cincin berlian, pertanda kasih.
ROMANTIC #Rio2016. #CHN diver Qin Kai proposes to teammate He Zi after 3m springboard final https://t.co/meVYf0QEal pic.twitter.com/AnP6KRHpIZ
— Team China (@XHSports) August 15, 2016
Itu juga bukan satu-satunya lamaran pernikahan selama Olimpiade 2016. Bahkan Olimpiade 2016 seolah membuktikan cinta bukan hanya milik pasangan lelaki dan perempuan. Kekuatan cinta berlaku pula bagi para pasangan sejenis.
Pekan lalu, lamaran juga terjadi di Stadion Deodoro, usai partai final rugbi putri yang dimenangkan Australia. Di tengah riuh perayaan para pemain Australia, terselip lamaran pernikahan.
Manajer arena pertandingan itu, Marjorie Enya tiba-tiba memberikan pengumuman melalui pengeras suara. Perempuan itu menyampaikan lamaran kepada anggota tim rugbi putri Brasil, Isadora Cerullo.
Mengutip laporan BBC Sport, pengumuman Enya sungguh emosional, termasuk saat dirinya menegaskan: "dia (Cerullo) adalah cinta dalam hidupku."
Demi mendengar pengumuman itu, Cerullo pun tak kuasa menahan haru. Ia mendatangi Enya, memeluk, dan mencumbunya. Rangkaian bahasa tubuh yang menyatakan kesiapan untuk hidup bersama.
"Olimpiade segera berakhir, tapi bagi saya ini adalah awal dari hidup baru bersama seseorang," kata Enya. "Saya ingin menunjukkan kepada semua orang ihwal love wins."
Adapun Love Wins adalah kampanye kemenangan cinta, yang kerap disuarakan kelompok LGBT. Terutama dalam perjuangan menuntut dilegalkannya pernikahan sejenis.

Cinta kembali berjaya di Olimpiade. Kali ini giliran atlet jalan cepat asal Inggris, Tom Bosworth yang membuktikannya.
Seperti dilansir The Guardian, Bosworth menyampaikan lamaran kepada pacarnya, Harry Dineley di sela-sela aktivitas Olimpiade. Bosworth memilih Pantai Copacabana, Rio de Janerio untuk mengajukan lamarannya.
Kabar soal ramalan itu dibagikan Bosworth melalui akun Twitternya. Pun menjadi viral di linimasa Inggris.
He said YES!!! pic.twitter.com/roXsw7oq8f
— Tom Bosworth (@TomBosworth) August 15, 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar