Jake Portman (Asa Butterfield) baru saja ditinggal kakeknya (Terence Stamp) dalam keadaan mengenaskan. Peristiwa tersebut membuat jiwa Jake terguncang apalagi ia sangat dekat dengan kakeknya.
Bagi Jake, kakek merupakan satu-satunya orang yang mengerti dirinya. Kedua orangtua Jake sibuk sehingga Jake selalu menghabiskan waktu bersama kakeknya. Sejak kecil hingga dewasa, kakek kerap menceritakan sejumlah dongeng kepada Jake untuk menemani dirinya.
Salah satu dongeng kakek bercerita tentang sebuah rumah besar milik perempuan eksentrik bernama Miss Peregrine (Eva Green). Rumah tersebut terletak di pulau terpencil daerah Wales. Di dalam rumah tersebut, Miss Peregrine mengasuh sejumlah anak-anak berkemampuan istimewa. Ada anak yang bisa terbang, menghilang, menciptakan api hingga memiliki sarang lebah dalam mulutnya.
Jake penasaran dengan kebenaran dongeng tersebut bahkan setelah kakeknya sudah meninggal. Jake lalu berusaha meyakinkan orangtuanya untuk mengunjungi pulau terpencil. Orangtua Jake awalnya tidak mau mengabulkan keinginan Jake karena mengira jiwanya terganggu. Namun, mereka menyerah karena ini menjadi salah satu jalan untuk mengembalikan kondisi jiwa Jake.
Kakek Jake tidak pernah berbohong, rumah Miss Peregrine memang ada di pulau tersebut. Namun, sebuah kejadian janggal menimpa Miss Peregrine dan anak-anak asuhannya. Jake mencoba mencari tahu tentang kejadian tersebut. Di sisi lain, seorang ilmuwan kejam bernama Mr. Barron (Samuel L. Jackson) tengah mengincar nyawa Miss Peregrine dan anak-anak asuhannya.
Sutradara Tim Burton kembali sukses menghadirkan dunia penuh imajinasi dalam Miss Peregrine's Home for Peculiar Children. Visualisasi unik dengan perpaduan warna-warna mencolok khas Tim Burton membuat film ini menarik untuk dinikmati. Namun seperti film Tim Burton lain, ada sedikit elemen gelap dan menyeramkan dalam film ini. Kisahnya memang tentang anak-anak, tetapi ada beberapa bagian sadis yang kurang cocok ditonton anak-anak.
Dari tema cerita, film adaptasi novel karya Ransom Riggs ini sebetulnya tidak menawarkan sesuatu yang baru. Kisah tentang anak-anak berkemampuan ajaib yang terisolasi dari dunia luar sudah beberapa kali diangkat film fantasi sejenis. Namun, Miss Peregrine's Home for Peculiar Children memberikan beberapa elemen baru, diantaranya permainan waktu serta hubungan keluarga, untuk membedakan dengan film sejenis.
Sementara untuk urusan akting, para pemeran anak-anak rumah Miss Peregrine sukses membuat penonton gemas. Mereka tampil menghibur dengan kekuatan yang berbeda antara satu sama lain. Favorit saya Milo Parker, pemeran Hugh yang sukses mengundang tawa karena sering kerepotan mengatasi lebah dalam mulutnya. Penampilan anak-anak ini malah membuat pemeran orang dewasa jadi kurang bersinar.
(dira/gur)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar