Kamis, 10 November 2016

Kisah Serda Daryo Salurkan Air Bersih, Awalnya dari Sulitnya Memandikan Jenazah

Banyumas - Sersan Dua (Serda) Daryo bagi sebagian warga di Dusun Jumbul, Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Banyumas, Jawa Tengah mungkin dianggap sebagai seorang pahlawan air bersih. Bagaimana tidak, Babinsa Koramil Somagede itu berhasil mengalirkan air bersih untuk warga desa yang berada di daerah perbukitan dan sudah turun temurun warga di desa tersebut selalu mengalami kesulitan air bersih.
Kisah Serda Daryo Salurkan Air Bersih, Awalnya dari Sulitnya Memandikan JenazahSerda Daryo (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Kisah perjuangannya tersebut bermula saat adanya seorang warga di desanya yang meninggal dunia karena sakit sekitar tahun 2012. Namun permasalahan timbul ketika keluarga dan warga hendak memandikan jenazah tersebut. Air untuk memandikan jenazah tidak ada sama sekali. Akhirnya Serda Daryo dan warga lainya berinisiatif mengambil air dengan yang berjarak sekitar 2 kilometer ke sumber mata air menggunakan beberapa jeriken. Tapi air yang digunakan memandikan jenazah masih saja kurang.

"Awalnya ada orang meninggal malam hari sekitar pukul 23.00 WIB karena kanker payudara yang sudah meletus. Malam itu harus segera dimandikan, waktu itu kemarau, ambil airnya dari titik mata air yang berjarak 2 kilometer dari sumber mata air ke tempat jenazah. Kita pakai motor 3, tapi sudah 3 jam (setelah ambil air untuk memandikan jenazah) belum bisa bersih, untuk memandikan masih kurang. Akhirnya nambah orang untuk ambil air lagi, dari situlah saya berpikiran kenapa ada mata air di sini kok tidak bisa dikelola atau dinaikkan (ke wilayahnya)," kata Serda Daryo usai mengecek penampungan air di Desa Klinting, Rabu (9/11/2016).

Kisah Serda Daryo Salurkan Air Bersih, Awalnya dari Sulitnya Memandikan JenazahSerda Daryo mengecek bak penampungan air (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Peristiwa kesulitan air untuk memandikan jenazah itu sangat membekas di benak lelaki yang juga tinggal di Desa Klinting tersebut. Pada saat ada rapat rutin bulanan di desa, Serda Daryo menyampaikan unek-unek dan idenya untuk mengalirkan air dari mata air yang berjarak sekitar 2 km dari permukiman warga.

Warga ternyata menyambut baik dan sangat antusias dengan usul dari Serda Daryo. Akhirnya warga masyarakat Dusun Jumbul mengumpulkan uang secara berpatungan untuk keperluan biaya pengadaan paralon, pompa air dan alat lain yang diperlukan.

Dari hasil patungan tersebut terkumpul dana sebesar Rp 7.000.000, padahal anggaran yang diperlukan kurang lebih sebesar Rp 40.000.000. Akhirnya Serda Daryo menalangi kekurangan biaya tersebut dengan jalan meminjam ke Koperasi Kodim Banyumas secara pribadi dan menjual 15 ekor kambing serta 1 ekor sapi peliharaannya demi warganya dapat menikmati air bersih.

Kisah Serda Daryo Salurkan Air Bersih, Awalnya dari Sulitnya Memandikan JenazahSerda Daryo sebelah kiri (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Dengan gotong royong bersama warga sekitar dan dibantu tenaga dari Koramil Somagede akhirnya air dari mata air di Bukit Jumbul dapat dialirkan ke permukiman warga yang berjarak 2 km tapi saat itu hanya dapat dinikmati oleh 13 kepala keluarga (KK). Akan tetapi hanya berselang 3 bulan air tidak dapat mengalir lagi karena adanya kerusakan.

"Biaya awal dari warga dan keluarga, untuk berapa jutanya masa lalu ya masih mampu dijangkau, jual sapi sama kambing juga ambil pinjeman di koperasi, ambil pinjeman dari UPK, BKD alhamdulilah sudah selesai potongannya," jelasnya.

Saat ini sudah sekitar 55 KK dan fasilitas umum seperti masjid, mushola, dan sekolah dapat menikmati air bersih yang dialirkan dari mata air di desa tersebut. Bahkan saat ini Sersan Daryo beserta warga Desa Klinting sedang membangun bak penampung air di tanah warisan keluarganya yang sudah dia dihibahkan agar dapat menampung air dengan kapasitas 84 kubik agar dapat melayani sekitar 300 KK warga Jumbul Desa Klinting Somagede.

"Gronteng untuk menampung air nantinya bisa mengairi sekitar 200-300 KK Insya Allah bisa menampung dan mengairi. Karena di sini seharusnya ada bak penyangga di 3 titik ketinggian," ucapnya.

Sementara menurut Kepala Desa Kinting bernama Sudir (69), dirinya bersama warga desa mengucapkan terima kasih kepada Koramil Somagede terutama kepada Serda Daryo yang telah membantu baik pikiran dan tenaga bahkan menanggung sebagian biaya dari dana pribadi demi warganya mendapatkan air bersih.

"Ke depan harapannya ada donatur yang mau membantu penyelesaian instalasi saluran air baru yang akan melayani kurang lebih 300 KK warga dusun Jumbul desa Klinting," ucapnya.

Di dusun tersebut merupakan daerah perbukitan yang secara turun-temurun mengalami kesulitan air bersih, apalagi di musim kemarau. Ada sekitar empat RT atau sekitar 220 KK di mana hampir setiap hari warganya hanya mandi satu kali sehari dan mencuci pakaian dua hari sekali karena untuk mendapatkan air mereka harus berjalan kaki memikul atau menggunakan sepeda motor sekitar empat kali untuk mengambil air di sumber mata air setempat.
(arb/dhn)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar