
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BANYUWANGI- Seorang laki-laki memasukkan umpan pancing berwarna-warni ke dalam plastik kemudian menatanya di atas meja sesuai dengan berat dan ukurannya.
Bentuk umpan pancing tersebut bermacam-macam, seperti bentuk ikan, cumi-cumi dan juga bentuk daun dengan berat antara 40 gram hingga 700 gram per buah.
"Umpan pancing ini pesanan dari daerah Bima. Mereka rutin pesan ke saya secara online," tutur Kariyono (39), warga Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kabupaten Banyuwangi, Senin (7/11/2016).
Lelaki yang akrab dipanggil Lek Yono tersebut mengaku memulai bisnis umpan pancing berbahan timah atau metal jig sejak tahun 2014.
Sebelumnya, dia bekerja di bengkel di Pulau Bali.
Metal jig sendiri biasanya digunakan untuk memancing ikan jenis predator.
Laki-laki kelahiran Banyuwangi, 6 Juli 1977, bercerita bahwa pada awalnya, dia membuat metal jig untuk dirinya sendiri karena metal jig buatan pabrik harganya dirasa cukup mahal bagi Yono.
Padahal sekali berangkat memancing, minimal Yono harus membawa 5 jenis metal jig.
Tak disangka, metal jig yang dibuat ternyata diminati oleh rekan-rekannya sesama pemancing sehingga banyak yang memesan baik langsung atau melalui online lewat media sosialnya.
"Timah yang saya pakai ini didapatkan di besi tua yang saya daur ulang kembali. Rata-rata setiap bulan sekitar 100 kilo timah yang saya olah. Habis ini saya cari lagi ke daerah Muncar karena stok sudah habis," ungkapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar