
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Memulai usaha dari nol memang tak mudah. Hal ini seperti yang dialami Koperasi Agro Niaga (KAN) di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Sejak tahun 1989, masyarakat Jabung kesulitan mencari peluang usaha yang cocok untuk dikembangkan di sana.
Eva Marliyanti, salah satu pengurus di KAN Jabung mengatakan, rata-rata masyarakat Jabung yang berpenghasilan rendah membuat usaha di sana sulit berkembang. Ada sekitar 300 peternak sapi yang penghasilannya tak begitu besar. Namun, mereka bertekat untuk mengembangkan usaha di bidang ternak sapi dan susu perah.
"Melalui KAN, jadi terbentuknya KAN ini membantu dan mengangkat perekonomian masyarakat Jabung. Dulu harga susu ini sangat rendah nominalnya, sehingga tidak dapat memiliki biaya operasional yang tinggi. Nah mulai 2008, mulai bangkit," kata dia dalam seminar di Pesta Wirausaha di Unisma, Sabtu (28/1/2017).
Tahun 2008 itu, mulai menaikkan harga jual susu sapi perah. Mereka mengakui, menaikkan harga ini tanpa bantuan dari industri susu. Craanya, dengan meningkatkan kualitas dan memperdayakan peternak yang jumlahnya banyak di sana. Satu di antara produksi itu ialah JabMilk (Jabung Milk). Meskipun pemasarannya masih melingkupi area Malang Raya, tetapi susu segar ini cukup dikenal di masyarakat.
Dalam sehari, usaha susu di Jabung, bisa mencapai 100 ton lebih susu segar sapi perah yang dihasilkan dari 2000 lebih ekor sapi. Akhirnya sampai sekarang usaha di Jabung bisa terus eksis, meski awal-awal kesulitan mendapatkan label halal. Eva mengatakan, untuk memulai usaha memang harus dilihat dari potensi yang menonjol di masyarakat.
"Bagaimana memulai sesuatu yang sudah ada dan dikembangkan. Memang butuh proses, tetapi hasilnya yang merasakan kan kita juga," imbuhnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Eko Racek. Pemilik The Racek ini mengungkapkan bahwa memiliki usaha tidak perlu muluk-muluk. Seperti dirinya yang memulai usaha minuman teh racek yang sering dicari oleh orang.
"Jalani saja. Kita coba, berhasil pertahankan, kalau bisa tambah terus dengan inovasi yang sedang tren saat ini," tuturnya.
Apalagi, lanjutnya, di Kota Malang ini gudangnya pengusaha muda. Di Kota Malang, usahanya sudah membuka beberapa outlet. Ia mengakui, penempatan di suatu daerah juga menentukan perkembangan suatu usaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar