Sabtu, 18 Februari 2017

Begini Kisah Dua Tahanan yang Kabur dari Polsek Ketapang

PROKAL.CO, Terjangan timah panas menghentikan pelarian Mandra dan Sudiansyah. Rasa sakit itu dirasa setimpal mengingat keduanya sempat melarikan diri dari sel tahanan Polsek Ketapang. Hangatnya lingkungan keluarga mungkin menjadi motivasi sehingga nekat memilih ikut kabur bersama dua tahanan lainnya.

TERPINCANG-pincang langkah Mandra dan Sudiansyah ketiga digelandang kembali ke dalam sel tahanan. Lingkaran bola mata yang memerah dan balutan perban di kaki seakan menjadi saksi pelarian keduanya.

Namun, siapa sangka? Keduanya justru kembali tertangkap meskipun telah pergi jauh dan bersembunyi di barisan ilalang, kebun dan hutan di Desa Terawan. Meskipun harus bertaruh nyawa, keduanya tak gentar menghadapi kenyataan. Kisahnya mengarungi lebar dan dalamnya Sungai Mentaya menjadi bukti kalau keduanya bukan penjahat biasa.

Sebelum memilih bertarung di hutan dan kebun yang masuk kawasan Kecamatan Seranau, keduanya bersama Herman Naga dan Samsudin lari dari Polsek Ketapang. Pelarian itu, dilakukan saat para polisi tertidur. Dengan mulus keempatnya melewati penjagaan polisi dan berjalan hingga sempat pula membeli ayam.

Namun, Mandra dan Sudiansyah bukanlah dewa dan robot. Naluri seorang suami membawa Sudiansyah untuk kembali ke rumah. Terlebih bagi Mandra, meskipun sudah seringkali masuk bui, laki-laki berperawakan kurus ini tetap tak mampu menahan gempuran suara di perut kosongnya.

Disaat bulan dan bintang berbaris, beratapkan langit dan beralaskan tanah serta diselimuti angin malam para tahanan ini beristirahat. Pohon pisang yang berbuah menjadi santapan dikala lapar menyapa.

Diiringi dengan kejaran polisi, nyawa tahanan kabur ini tentu diujung tanduk. Selain, harus bertarung hidup di tengah hutan, mereka juga harus berjuang lari dari pihak aparat yang tak ingin buruannya kembali lepas.

Ditenggarai perasaan cemas dan rasa lapar, akhirnya Mandra dan Sudiansyah memilih menyeberangi Sungai Mentaya. Berbekal pengetahuan tentang air pasang surut membulatkan tekad keduanya.

Sungai Mentaya yang terkenal ganas dengan amukan predator seperti Buaya Muara tak digubris kedua pria ini. Gabus yang ditemukan menjadi modal untuk bisa mengarungi perjalanan mengambang mengikuti arus.

 "Sekitar pukul 10.00 Wib pagi, dari Desa Terawan, mereka mengambang di Sungai Mentaya dengan menggunakan gabus. Mengikuti arus air sungai. Tujuannya untuk pulang ke rumah," ucap Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kapolsek Ketapang, Kompol Purwanto Hari Subekti, Kamis (16/2) lalu.

Kepada polisi, residivis dengan kasus pencurian itu mengaku pulang karena lapar. Pihak polisi menangkap keduanya tatkala bersembunyi di kediaman orangtua Sudiansyah di Jalan Ir H Juanda, Ketapang.

Tidak ada yang mengetahui, berapa lama keduanya mengadu nasib dan nyawa diatas gabus tersebut. Polisi menangkap keduanya tatkala masyarakat setempat mengatakan kalau keduanya telah pulang kerumah.

"Saat ditangkap, Mandra sedang terbaring dan  Sudiansyah sedang bersembunyi dalam lemari," pungkas Purwanto. (ang)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search