RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sungguh malang nasib Yusuf (27), warga Jalan Nuri Kota Makassar. Sehari sebelum pesta pernikahannya, dirinya tertimpa papan reklame saat melintas di Jalan Cendrawasih Jumat malam (3/2/2017) dengan mengendarai motor.
Papan reklame dari besi tersebut terbang mengenai mukanya. Yusuf terlempar ke jalan dengan wajah penuh darah. Akibat kecelakaan itu, karyawan swasta ini mendapat perawatan medis. Ada sembilan jahitan pada dagu. Sekucur tubuhnya pun memar dan tak bisa berdiri hingga saat ini.
"Hari Jumat kecelakaan. Minggu akad nikah, pestanya hari Senin. Karena undangan sudah tersebar, terpaksa kita langsungkan pernikahan meski keadaan adik saya tidak fit," kata, Ridwan, kakak korban saat berkunjung ke redaksi Rakyatku.com, Kamis (9/2/2017).
Dikisahkan, para tamu sedikit terkejut. Baju Bodo yang dikenakan Yusuf tampak tak elok dengan adanya perban dibeberapa tubuh. Apalagi luka memar di wajah Yusuf saat menjalani ijab kabul. Dengan mulut bergetar dan suara tak jelas, istri Yusuf tak henti-hentinya menangis. Dia tak menyangka momen bahagianya harus dilewati dengan tragis.
"Jadi pada saat ijab kabul, seluruh keluarga menangis. Karena adik saya masih dalam kondisi kesakitan. Sebenarnya dia tidak bisa duduk karena tulang ekor juga terbentur, tapi dia tetap memaksa duduk," kisah Ridwan.
Baca juga:
Saat ini, keluarga Ridwan masih sedih. Karena sampai saat ini, belum ada pihak yang bertanggung jawab atas robohnya papan reklame bergambar motor itu. Ridwan telah menemui pihak Dispenda Makassar, selaku dinas yang memiliki kewenangan atas izin pemasangan papan reklame. Namun Ridwan hanya mendapatkan jawaban.
"Mereka bilang yang punya pihak swasta. Tapi dia tidak sebut namanya. Saya sudah ke salah satu diler motor itu (gambar terpajang di papan reklame), tapi dia juga tidak mengaku," jelasnya.
Ridwan menjelaskan, pihaknya tak menuntut apa-apa dari kecelakaan tersebut. Dirinya hanya ingin pengakuan kesalahan atas lalainya dalam penggunaan papan reklame yang sudah rusak.
"Saya tidak mauji tuntut apa-apa. Saya tidak mau kecelakaan ini terulang ke orang lain. Kalau memang ada papan reklame sudah rusak, jangan dikomersilkan lagi. Ya harus diganti," kata Ridwan sembari memperlihatkan foto papan reklame besi tersebut yang sudah rapuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar