
Lain halnya di Berlin, di mana para imigran lebih banyak diterima oleh pemerintah. Kebijakan Kanserlir Angela Marker, 'open door policy' membuat sejumlah pencari suaka lebih banyak berpikir positif bahwa status mereka diterima.
Sebutlah pengungsi bernama Laith Majid. Fotonya yang memeluk sang anak sambil menangis kemudian menjadi viral. Ia dilaporkan berhasil sampai ke Berlin.
Keluarga itu, Majid, istrinya Nada Adel, dan kedua anak laki-laki mereka Moustafa, berusia 18, Ahmed, 17, serta Taha 9 tahun dan, Nur 7 tahun berjalan berminggu-minggu untuk mencapai Jerman.
Keluarga ini dilaporkan tinggal di Spandau, di bekas barak polisi Schmidt-Knobelsdorf, yang telah diubah untuk menjadi rumah bagi ratusan pengungsi di Jerman.
Majid dan keluarganya telah melarikan diri dari Deir Ezzor, sebuah kota Suriah yang dilanda kekerasan perang saudara sejak 2011. Mereka naik rakit perahu karet kapasitas 4 orang, namun dipenuhi 12 orang itu membawa mereka ke Pulau Kos.
Keluarga itu membayar US$ 6.500 untuk perjalanan berbahaya lewat air.
"Saya tidak pernah begitu kewalahan saat saya mengambil foto itu. Saya cukup beruntung untuk menyaksikan mereka tiba di Yunani," kata Daniel Etter sang fotografer, seperti dikutip The Guardian.
"Ketika perahu mendarat, seorang pria setengah baya keluar. Dia tampak terguncang. Kakinya bergetar, sulit berjalan. Ketika semua keluarganya mencapai pantai, dengan selamat, ia dan istrinya mulai menangis, memeluk satu persatu anak-anak mereka. " kata Etter lagi. Ia memotret keluarga ini untuk harian The New York Times.
Etter membantu keluarga itu mencapai kota utama Kos, di mana pengungsi diproses oleh otoritas Yunani, tetapi kemudian kehilangan jejak mereka.
Nada Adel, seorang guru bahasa Inggris di Suriah, mengatakan 13 negara telah menawarkan untuk membawa mereka tapi mereka telah memutuskan Jerman. "Angela Merkel sangat baik," katanya. "Dia seperti seorang ibu bagi kami."
Merkel, kanselir Jerman, mengatakan pengungsi dari Suriah dapat mengajukan permohonan suaka di Jerman, bukan di negara pertama mereka mendarat di Uni Eropa.
Keluarga mengatakan Nour, si bungsu, masih memiliki mimpi buruk tentang malam mereka yang melintasi air. "Kami tidak akan pernah kembali ke laut," kata Majid kepada Bild.
Saksikan video menarik berikut ini:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar