Kamis, 15 Februari 2018

Kisah Buya Syafii Maarif, Menikahi Bunga Desa Tanpa Modal

Liputan6.com, Yogyakarta - Namanya sudah malang memlintang sebagai tokoh besar di Indonesia. Bahkan hingga usianya sudah memasuki senja, dia tetap dicari dan menjadi panutan bangsa. Dialah Buya Ahmad Syafii Maarif.

Tokoh Muhammadiyah yang disegani semua kalangan. Cinta kasihnya yang luar biasa besar, membuatnya juga dicintai oleh umat agama lain.

Diterimanya sosok Buya Syafii di seluruh umat ini jelas membuktikan pribadinya yang penuh dengan kasih sayang.

"Saya sama umat lain diterima dengan baik, saya ga tahu kenapa. Mungkin karena tampang saya tidak mengancam," kata tokoh yang lahir 31 Mei 1935 ini saat ditemui Liputan6.com beberapa hari lalu di kediamannya.

Cinta kasih inilah yang membuat sang istri, Nurkhalifah yang disebutnya 'si kecil', selalu setia mendampinginya hingga saat ini.

Walaupun perbedaan yang mencolok, baik dari usia maupun strata sosial, perbedaan itu justru menjadi bumbu pengawet pernikahan Buya dengan istrinya yang pada bulan ini telah melewati usia 53 tahun.

"Kami lama menciptakan harmonisasi. Kadang seperti rumah tangga lain juga, ada percikan-percikan dan kadang masih terjadi sampai hari ini. Tapi kami bertahan dengan suka dukanya. Memang tidak mudah berumah tangga," tutur mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ini.

Buya mengakui perjalanan rumah tangganya penuh lika liku, sama seperti keluarga lain. Karena itu, ia tidak memiliki resep khusus mempertahankan pernikahan hingga lebih dari setengah abad.

"Ga ada, sama saja. Kita berantem juga, tapi yang jelas saya tidak pernah memukulnya, nanti balik lagi," kata anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) ini.

Ia bersyukur mempunyai istri yang sangat pengertian, yang telah menemaninya mengarungi susah manisnya kehidupan berumah tangga. Ia heran kepada istrinya, yang termasuk perempuan cantik, terpandang, dan dari keluarga saudagar kaya, namun mau menikah dengannya dan menjalani masa-masa keprihatinan pada awal pernikahan di Yogyakarta.

"Dia bunga desa di sana dan sementara secara materi saya tak punya bekal apapun, termasuk tidak punya persiapan untuk sekadar membayar mas kawin," tutur Buya Syafii.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search