Minggu, 29 April 2018

Kisah Putri Noura, Sang Duta Mode Arab Saudi

Peragaan busana Arab Fashion Week pertama di Arab Saudi dibuka pada 11 April, terlambat dua minggu dari jadwal, di bawah pengawasan Putri Noura.

Diselenggarakan oleh Dewan Mode Arab, pagelaran busana ini menarik perhatian internasional. Baik karena dipandang sebagai titik balik Arab Saudi maupun karena pengaturannya yang kontroversial, dengan membatasi acara untuk tamu perempuan dan melarang penggunaan kamera.

Putri Noura mengatakan pembatasan ini dipandang perlu sebagai bagian dari budaya setempat yang harus diikuti.

Menyandang gelar Master Bisnis Internasional dari Universitas Rikkyo di Tokyo, Putri Noura menyebut pengalamannya tinggal di Tokyo membawa pengaruh besar dalam pendekatannya terhadap mode, bisnis, dan masyarakat di negaranya.

"Dari sanalah kecintaan terhadap dunia mode berawal," kata dia. "Jadi, saya pikir, saya membawa banyak unsur Jepang ke Saudi...menghormati orang lain, menghormati budaya orang lain, agama orang lain."

Putri Noura juga tertarik memperkenalkan produksi tekstil di Arab Saudi, yang sedang berusaha mengurangi ketergantungan ekonomi negara itu pada sumber pendapatan dari penjualan minyak mentah.

"Bahkan bila hanya 10 persen dari lini produksi atau lini manufaktur, kami bisa menjalankan tahap penyelesaian... tahap akhir perakitan di Arab Saudi," kata Noura.

"Saya percaya kami bisa melakukan hal yang besar."

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search