BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Afrizal (44), nelayan asal Belawan, Sumatera Utara, yang ditemukan terombang-ambing di Selat Malaka, menceritakan kisah sedih selama bertarung nyawa di laut.
Selama empat hari dirinya bersama tekong kapal bernama Budi terombang-ambing di Selat Malaka, hanya bertumpuh pada kotak fiber tempat penyimpanan ikan.
Sedihnya, Budi, kata Afrizal, hanya bisa bertahan satu hari.
Hanya tersisa dirinya yang bertahan di atas kotak fiber sampai ada bantuan datang.
"Tekong saya satu hari dia sudah tewas, kemudian hanya saya yang bertahan diatas kotak itu sampai ada bantuan dari kapal asing ini,"cerita Afrizal saat ditemui Tribun Batam di RSBK, Batam, Kamis (21/7/2016) siang.
Kemudian, Afrizal ditolong awak kapal asing MV. Oceana Outback di perairan Selat Malaka.
Setelah sampai di darat korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Seraya, Batam, Rabu (20/7/2016) malam.
Sejauh ini, koraban masih dirawat di RSBK Batam.
Rencananya, jika korban sudah pulih, pihak kantor yang menyelamatkan korban akan memulangkan korban ke Belawan.
"Kita lihat kondisinya dulu. Setelah sehat, nanti korban akan kita pulangkan ke Medan,"kata Jauhari, perwakilan dari kantor perusahaan Pelayaran Serasi Shipping Indonesia (S5) Asia yakni kantor dari kapal MV Ocean Outback. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar