POS KUPANG.COM, BANDARLAMPUNG -- Seorang remaja putri mengenakan kaus merah menyapu di halaman rumahnya. Lia Apriyanti (15), namanya, tinggal bersama kedua orangtuanya di Desa Bandar Anom, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.
Senyuman mengembang dari bibirnya seperti menunjukkan tidak terjadi sesuatu apa pun pada dirinya. Padahal Lia telah divonis menderita lupus sejak tiga tahun terakhir.
Suyati (45), ibunda Lia, menceritakan mulanya muncul gejala panas ketika dia kelas 6 SD. Keluarga membawa gadis bermata bulat ini ke puskesmas.
"Ketika itu dia mengeluh sakit persendian, mual dan rambut mulai rontok. Dokter setempat bilang hanya sakit biasa," kisahnya.
Lia mengeluhkan sakit lagi dan orangtua membawa ke rumah sakit di Kabupaten Pringsewu.
"Sampai sana dokter menyarankan untuk diopname karena anak saya mengidap penyakit lupus," kata Suyati.
Hari demi hari dijalani oleh Lia, tentu dengan rutin mengkonsumsi obat menekan laju virus lupus yang tinggal dalam tubuhnya. Kegiatan sekolah sudah diberhentikan sejak kelas 1 SMP. Lia tidak boleh banyak menguras fisik karena dapat memicu kolaps.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar