Jumat, 20 Januari 2017

5 Kisah Getir Hewan-Hewan di Bawah Naungan Kebun Binatang

Nyawa gajah berumur 34 tahun koleksi Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, yang bernama Yani, tak tertolong lantaran sakit yang dideritanya sejak Selasa 3 Mei 2016 lalu. Gajah betina itu tak bernyawa sore tadi sekitar pukul 18.36 WIB.

Menurut Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Sylvana Ratina, pihaknya belum mengetahui penyebab kematian Yani. Namun sejak siang tadi, petugas sempat menangani gajah sumatera tersebut.

"Iya, saya dapat informasi dari dokter hewan. Penyebabnya belum kita ketahui, enggak tahu malam ini atau besok dilakukan autopsi. Sakit sejak tanggal 3 Mei kata pihak kebun binatang, tadi sempat dilakukan penanganan," kata Sylvana.

Sylvana menjelaskan, Kebun Binatang Taman Sari Kota Bandung saat ini memang tak memiliki dokter hewan. Namun, pengelola melaporkan kepadanya akan berencana menyewa dokter hewan.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberi respon soal Gajah Yani. Ridwan mengungkapkan kekecewaannya terhadap Kebun Binatang Bandung melalui akun Instagram pribadinya. Dia pun mengajak followers-nya untuk memboikot Kebung Binatang dengan hashtag #BoikotBonbinBDG.

Akibat kondisi Kebun Binatang yang dianggap kurang diperhatikan itu, seekor gajah sumatera bernama Yani tewas Rabu 11 Mei 2016 kemarin sore. Ridwan Kamil pun sempat menengok Yani ketika dalam kondisi sekarat.

"Karena ini kebun binatang pribadi, saya akan pelajari dan cari upaya hukum, sementara itu ayo lawan dengan #BoikotBonbinBDG," kata Ridwan Kamil dalam posting-an di Instagram, Rabu malam 11 Mei 2016.

Sebelumnya masyarakat Kota Bandung pun kini membuat petisi Save Bandung Zoo. Melalui website change.org, mereka berharap petisi bisa mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk lebih memperhatikan kondisi Kebun Binatang Bandung.

Ridwan Kamil juga mendukung dengan dibuatnya petisi tersebut. Hingga saat ini petisi tersebut telah mencapai 8.808.

"Intinya masukan dari warga baik dalam bentuk tertulis dan dalam bentuk petisi saya kira harus diperhatikan serius oleh pengelola kebun binatang,"kata wali kota.

Kalau memang ada ketidaksanggupan dari sisi anggaran, kata Ridwan Kamil, pengelola sebaiknya membuka diri saja terhadap bantuan dan investasi dari luar.

"Kan yang ingin kita hadirkan adalah tempat yang baik tidak hanya bagi pengunjung juga buat binatangnya," kata dia.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berbelasungkawa atas kematian Gajah Yani.

"Semua mahluk bernyawa pasti mati, jadi tidak ada yang aneh apa sebab kematiannya juga beragam. Penyebabnya ini bisa berkonsekuensi dosa atau hukuman, tapi hal itu dapat disidik," kata Deddy Mizwar, di Bandung, Kamis (12/5/2016).

Pihaknya berharap Yayasan Taman Margasatwa Tamansari selaku pengelola Kebun Binatang Bandung bisa segera menambahkan koleksi gajahnya usai matinya salah satu dari empat koleksi gajah di tempat tersebut.

"Tapi mungkin akan lebih penting mengganti posisi gajah Yani dengan gajah lain sehingga fungsi Bonbin Bandung berjalan kembali dengan lebih baik sebagai salah satu upaya melayani kebutuhan masyarakat," kata dia.

Gajah Sumatera bernama Yani, yang menjadi salah satu satwa penghuni Kebun Binatang Bandung dinyatakan mati setelah kondisinya sempat kritis.

Gajah berusia 34 tahun itu lumpuh, terbaring di jerami serta terlindung terpal berwarna biru selama satu pekan lebih serta dinyatakan mati pada Rabu sekitar pukul 18.00 WIB di Kebun Binatang Bandung.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search