Reportase Muhammad Taufiq BNP
Wakil Menteri PSDM Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang
DANAU Batur, danau terbesar di Bali, berjarak tempuh sekitar dua jam perjalanan dari Kota Denpasar. Sejumlah objek wisata tersebar di sekitar Danau Batur. Mulai dari wisata perahu, wisata religi hingga pemandian air panas yang memanfaatkan kawah Gunung Batur, tetangga Danau Batur.
Danau seluas 105,35 km2 ini memiliki pemandangan alam yang indah. Tidak heran bila Danau Batur menjadi salah satu objek wisata jujugan di Bali. Untuk menjelajahi pesona Danau Batur, pengunjung bisa mencoba dengan menyewa perahu di dermaga yang ada di parkiran Danau Batur.
Namun, siapa sangka dari semua keindahan yang ditawarkan Danau Batur, ternyata cerita rakyat tentang asal-usul danau Batur cukup menarik disimak. Warga sekitar menyebut cerita rakyat itu ihwal Kebo Iwa, seorang anak yang terlahir normal namun kemudian berubah menjadi raksasa pemarah apabila kelaparan.
Saat marah, Kebo Iwa senantiasa menimbulkan onar dengan merusak apa saja yang ditemuinya. Rumah-rumah warga, kebun, bahkan tempat ibadah.
Kesal dengan ulah Kebo Iwa, warga mencari cara untuk menghentikan ulahnya. Kebo Iwa pun berhasil dijebak saat memenuhi permintaan warga untuk menggali sumber air dengan imbalan akan mendapat santapan hingga kenyang.
Kebo Iwa menyanggupinya dan mulai menggali tanah. Di saat Kebo Iwa menggali terlalu tanah, di saat itulah warga menguburnya hidup-hidup dengan menimbuninya dengan batu kapur.
Kebo Iwa marah karena diperdaya. Dan sumber air yang digalinya mulai memuntahkan air tiada henti. Akhirnya terbentuklah danau yang kini dikenal sebagai Danau Batur.
Terlepas dari benar tidaknya kisah rakyat tersebut yang pasti Danau Batur memang indah disambangi. Lebih-lebih dengan bumbu cerita rakyat yang menyertai kelahirannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar