SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Nur Kholis (52), menunjukkan koleksi kambing jantan ukuran besar di belakang rumahnya, di Dusun Setono Kalong, Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol.
Bermodal 12 ekor kambing pejantan miliknya, Nur membuka usaha kawinkambing keliling.
Sekitar tahun 2007 silam, Nur Kholis membuka usaha kawin suntik kambing.
Namun ternyata inseminasi buatan untuk kambing jauh lebih sulit. Butuh kejelian dan kesabaran tinggi.
"Persentase kegagalannya lebih tinggi, tidak seperti pada sapi," tutur Nur, Jumat (15/9/2017).
Karena faktor kegagalan yang tinggi, inseminasi buatan untuk kambing mulai ditinggalkan peternak. Nur pun hanya satu tahun menekuni profesi ini.
Namun karena banyak peternak yang kenal, Nur masih dipanggil untuk mengawinkan kambing.
"Tahun 2008 saya sudah berhenti, tapi yang telepon saya masih banyak. Kemudian saya tawarkan untuk kawin menggunakan kambing jantan," ungkap Nur.
Ternyata tawaran Nur diterima oleh para peternak. Bermodal lima pejantan jenis PE (Peranakan Etawa) warna putih hitam, Nur mulai berkeliling melayani kawinkambing.
Ternyata dari hari ke hari permintaan semakin tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar