TRIBUNJABAR.CO.ID, YANGON - Seorang warga Rohingya menceritakan aksi brutal yang disaksikannya dan menimpa sesama warganya.
Situasi di Myanmar memanas sejak Agustus lalu akibat konfrontasi antara umat Budha dan muslim Rohingya.
Nyaris sebanyak 400 orang telah terbunuh dalam konflik dan konfrontasi militer di negara tersebut hingga akhir Agustus.
Sedangkan, lebih dari 2.600 desa di Rakhine, Myanmar, dibakar habis dalam aksi yang paling mematikan dalam sejarah kekerasan terhadap minoritas muslim selama beberapa dekade ini.
Baca: Tampil Brilian Lawan Sriwijaya FC, Febri Hariyadi Dibandingkan dengan Bintang Chelsea
Seorang warga Rohingya dari desa Chut Pyin, Sultan Ahmed (27), menuturkan aksi genosida yang dilihatnya dan telah menewaskan sesama warganya.
"Ada yang dipenggal, dan banyak yang dimutilasi. Untung saja kami sembunyi di rumah saat aksi pemenggalan itu terjadi," cerita Ahmed.
"Saat kami melihat itu, kami memang langsung berlari ke belakang rumah," tuturnya lagi.
Tak hanya itu, sejumlah media asing juga melaporkan kesaksian-kesaksian warga Rohingya yang selamat soal pemerkosaan yang dilakukan oknum-oknum militer Myanmar.
Menurut seorang warga selamat lain, Jalal Ahmed (60), desanya dibakar dan dihancurkan oleh pasukan militer Myanmar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar