Selasa, 05 Desember 2017

Gemas dan Mengharukan, Kisah Fadli si Bocah Penjual Donat

Fadli berjualan donat kentang selalu setelah pulang sekolah sampai pukul 05.00 sore. Jam-jam itu biasanya dipakai anak seumuran dia untuk tidur siang atau bermain bersama teman. Saat ditanya apakah Fadli tidak iri melihat teman-temannya, dia menjawab,"Enakan jualan, dapat uang."

Setelah pulang berjualan, Fadli main sebentar bersama adiknya baru sesudah itu mandi. Selepas salat Maghrib, ia pergi mengaji sampai adzan Isya berkumandang. Baru setelah itu Fadli belajar sampai pukul 09.00 malam.

"(kalau capai) sampai jam 08.00 (saja) belajarnya," kata dia.

Fadli mengatakan, guru di sekolahnya jarang memberikan pekerjaan rumah untuk murid-muridnya. Ia belajar supaya nilai-nilainya bagus supaya nanti bisa jadi Polisi.

Kepada tim Liputan6.com dia mengatakan,"(nilai) Matematika 100, Bahasa Indonesia 90, Bahasa Inggris 50."

Fadli agak malu menyebut angka 50. Bagi dia, pelajaran Bahasa Inggris itu susah, lebih gampang Matematika.

"Biar bisa berhitung, (agar) tidak ditipu pas jualan," kata Fadli, bocah si penjual donat kentang dari Cibubur.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search