Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kartini, atau yang akrab disapa Entin, sejak awal tahun 1990 hingga 2012 menjadi kelompok masyarakat yang bertani dengan cara merambah hutan.
Hutan tersebut dialih fungsikan menjadi lahan pertanian, menyebabkan pohon-pohon di hutan menjadi habis dan berpotensi menyebabkan bencana alam.
Kartini awalnya berpikir bagaimana cara cepat dan praktis mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dan mengesampingkan kelestarian alam.
Terkuak, Demian Aditya Akhirnya Bongkar Penyebab Kecelakaan Stuntman Edison Wardhana https://t.co/5mwiWymvOn via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 5, 2017
Tahun 2013, Entin beserta kelompoknya mendapat penyuluhan tentang adopsi pohon.
Lewat penyuluhan itu, para petani diminta untuk turun gunung dan kembali melestarikan hutan.
"Pada saat itu, petani diberikan penyuluhan dan diberikan bantuan berupa kambing, kelinci, pelatihan pembuatan sabun sereh, bross, budidaya strawberry dan jamur," kata Kartini kepada Tribun Jabar di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Minggu (3/12/2017).
Entin mendapatkan pelatihan tentang pembuatan sabun alami.
Bahan utama sabun alami terbuat dari daun sereh yang disuling dan diambil minyaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar