Senin, 22 Januari 2018

Kisah Balas Dendam Para Selir ke Kaisar yang Haus Darah Perawan

Pada tahun 1542, kemarahan yang terpendam di dada para selir dan dayang memuncak.

Dengan bantuan sejumlah orang dalam istana, para pelaku menuju paviliun Selir Duan atau Lady Cao. Selir Yang Jinying memimpin komplotan itu. 

Setelah teman tidurnya itu keluar diikuti para dayang, Kaisar Jiajing dibiarkan sendirian di kamar.

Saat itulah, para selir penyerang beraksi. Mereka mencoba mencekik sang kaisar dengan pita hiasan rambut.

Upaya itu gagal. Para selir lalu mengambil tirai sutra, memilinnya, lalu mengikatkannya ke leher sang kaisar. Namun, mereka mengikat dengan simpul yang salah sehingga jerat di leher Jiajin longgar, tak maksimal mencekiknya. 

Salah satu konspitor pun panik, ia melaporkan upaya pembunuhan tersebut pada Maharani Fang.

Sementara itu, Jiajing melawan sekuat tenaga. Selir Yang lalu menarik tusuk konde perak dari rambutnya dan menikamkannya pada kaisar yang langsung tak sadarkan diri. Saat itulah, sang permaisuri datang disertai para prajurit. Para pelaku diringkus..

Ketika fajar menyingsing, mereka semua dihukum mati dengan kejam, tubuh mereka diiris perlahan. Eksekusi itu dijuluki "kematian oleh seribu luka". Kepala mereka kemudian dipenggal dan dipertontonkan kepada publik sebagai peringatan bagi yang lain.

Tak hanya para pelaku, keluarga mereka pun tidak luput dari hukuman. Bahkan selir Cao Duan yang tidur dengan kaisar malam itu juga dihukum mati.

Fakta bahwa usaha pembunuhan tersebut terjadi di kamarnya memberi alasan kepada sang Ratu untuk menghilangkan saingan potensialnya di istana.

Walaupun Jiajing lolos dari pembunuhan itu, dia kehilangan sebuah matanya. Malu dengan penampilannya dia tidak pernah hadir rapat-rapat kenegaraan. Tidak ada seorang pun dari luar istana dalam boleh melihat wajahnya kecuali Yan Song, si perdana menteri korup kepercayaannya.

Kaisar Jiajing, yang sempat tak sadarkan diri, murka saat mengetahui selir kesayangannya dihukum mati. Apalagi, belakangan terbukti, ia tak terlibat dalam penyerangan. Sang ratu pun diasingkan.

Saat kebakaran menimpa sebagian istana, kaisar menolak menyelamatkan Permaisuri Fang. Ia pun tewas di tengah kobaran api.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search