Senin, 22 Januari 2018

Kisah Haru Perjuangan Penjual Kaos Kaki di Tegal : 'Rezeki Harus Dijemput'

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Terlihat Siti (52) mengeluarkan beberapa kaus kaki dari plastik hitam di ruang Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Tegalsari, Tegal, Senin (22/1/2018).

"Sepuluh ribu rupiah dapat tiga," ujar Siti.

Dari kelurahan ke kelurahan ia menjajakan dagangannya. Sebagai seorang perempuan yang membantu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Siti menjelaskan kepada Tribunjateng.com ia tak merasa lelah harus menjajakan dagangannya.

Selain kaus kaki, Siti juga menjajakan peniti, spons untuk cuci piring, serbet, dan lain-lain.

Terlihat beberapa perangkat kelurahan Tegalsari membelinya. Ada yang membeli kaus kaki, spons cuci piring, dan peniti.

Para staf kelurahan tersebut merasa terbantu dengan kehadiran Siti di kantor sewaktu-waktu.

"Saya sudah berjualan seperti ini, kira-kira sekitar 20 tahun. Cukup, pasti cukup. Cukup atau tidak rezeki urusan yang di atas," terangnya.

Harganya terjangkau dan kualitasnya pun dari keterangan Siti sama seperti yang diperjualbelikan di toko.

"Ya lumayanlah sehari bisa dapat Rp 200 ribu," terangnya.

Peniti harganya Rp 2.000/ set, spons cuci piring Rp 3.000/buah, dan kaus kaki Rp 10.000/ 3 pcs.

Siti lebih memilih menjajakan dagangannya daripada berjualan di toko.

"Rezeki harus dijemput dengan berkeliling begini kemungkinan lakunya lebih besar," terangnya.

Ia terlihat tabah menjalani kesehariannya.

"Ini semua demi anak-anak saya," imbuh Siti kepada Tribunjateng.com.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search