CERITA mengenai kapal kosong misterius yang mengambang di lautan sudah diceritakan serta menyebar dari mulut ke mulut selama berabad-abad. Rumor tersebut berkembang menjadi cerita horor atau bahkan menarik bagi sebagian orang yang penasaran.
Mulai dari kisah kapal hantu hingga kapal yang dikemudikan oleh mayat hidup, sebenarnya hampir tidak ada pembuktian cerita tersebut di seluruh dunia. Akan tetapi, kapal kosong yang ditinggalkan begitu saja beberapa kali ditemukan masih mengambang di laut. Salah satunya adalah MV Lyubov Orlova.
Kapal penjelajah Rusia itu membuktikan teori bahwa kecanggihan teknologi dapat meminimalkan hilangnya kapal. MV Lyubov Orlova berlayar tanpa arah ke Atlantik Utara untuk beberapa saat setelah terlepas dari kapal penarik pada Januari 2013. Kapal tersebut diyakini dipenuhi oleh tikus kanibal.
Melansir dari The Vintage News, Rabu (31/1/2018), kapal tersebut dibuat di sebuah galangan kapal di Yugoslavia oleh perusahaan yang berbasis di Uni Soviet pada 1976. MV Lyubov Orlova sedianya dibangun untuk melayani ekspedisi di Antartika.
Namun, kapal yang namanya diambil dari seorang aktris terkenal di Soviet itu disita oleh otoritas Kanada di Pelabuhan John's Harbour. Penyitaan itu dilakukan karena pemilik MV Lyubov Orlova terbukti terlibat dalam skandal utang di Kanada.
Menurut laporan Independent, lambung kapal yang bernilai sekira USD800 ribu (setara Rp10,7 miliar) itu akan dijual kepada Republik Dominika. Namun, kapal itu terlepas dalam perjalanan dan kemudian mengapung memasuki perairan internasional sejak saat itu.
"Kami senang Lyubov Orlova tidak lagi menimbulkan ancaman bagi keselamatan instalasi perminyakan lepas pantai, personel, dan lingkungan maritim," ujar Transport Canada, badan yang menangani kebijakan perhubungan.
MV Lyubov Orlova dinilai berbahaya oleh sejumlah ahli. Beberapa di antaranya mengklaim kapal bisa sewaktu-waktu menumpahkan cairan beracun dan menghasilkan sampah tidak terurai yang terapung di lautan sehingga berdampak buruk pada lingkungan.
Direktur Coast Guard Irlandia, Chris Reynolds, yakin kapal tersebut ditumpangi ratusan tikus pembawa penyakit. Menurutnya, tikus-tikus itu sendiri sudah menjadi benda berbahaya bagi lingkungan.
Sebelumnya
1 / 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar