Rabu, 31 Januari 2018

Kisah Nenek di Cimahi, 2 Tahun Hidup Bersama Jasad Suami dan Anak

Neneng akhirnya bersedia keluar rumah. Dibantu ketua RT dan RW, petugas kesehatan langsung masuk ke dalam rumah.

"Saat berada di dalam rumah, kami kaget karena ada tulang belulang dengan posisi telentang yang ditutupi sehelai kain sarung," katanya. Kejadian itu langsung dilaporkan ke polisi.

Di tempat yang sama, Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman mengungkapkan, Neneng tidak hanya hidup dengan dua jasad. Di dalam rumah itu juga ada dua anak Neneng yang sengaja dikurung karena alasan menderita gangguan jiwa. Mereka adalah Erna, 48, dan Deni, 43.

"Selama hampir dua tahun tiga orang tersebut hidup berdampingan dengan jasad Nanung dan Hera," ungkapnya.

Sutarman menambahkan, kematian Nanung dan Hera bukan akibat tindak kekerasan. Karena itu pula, polisi tidak melakukan autopsi terhadap jenazah Nanung dan Hera. Nanung diperkirakan meninggal pada Desember 2017, sedangkan Hera pada Januari 2016.

"Kami menyimpulkan, tidak ada unsur kekerasan dalam kematian Nanung dan Hera. Kerangka keduanya langsung dimakamkan," ungkapnya.

Neneng dan dua anaknya juga diamankan. Bahkan, anak kedua Neneng langsung dibawa ke rumah sakit jiwa untuk menjalani pemeriksaan. Sementara itu, Neneng bersama anak ketiganya dibawa ke RSUD Cibabat.

"Untuk Neneng sendiri, belum bisa dipastikan apakah dijerat pidana atau tidak. Akan dilakukan tes kejiwaan lebih dahulu," katanya.

Simak video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search