Jumat, 20 Mei 2016

Kisah Inspiratif Farrel, Survivor Kanker yang Berprestasi

Farrel saat memetik gitar dalam perayaan Harkitnas di RSUP Dr Sardjito. (Foto: Harminanto)

SLEMAN (KRjogja.com) - "Jangan pernah menyerah, semua penyakit itu bisa disembuhkan." Begitulah kata-kata yang diucapkan Alexander Farrel (15) sesaat sebelum memetik gitar bolong di hadapan ratusan pasien kanker anak di RSUP Dr Sardjito, Jumat (20/05/2016).

Farrel tak terlihat seperti remaja idola yang berparas rupawan. Tak ada kostum glamour dan gaya rambut kekinian seperti artis muda yang tengah naik daun.

Kedua matanya kini tak lagi dapat melihat karena dokter harus mengambil bola mata akibat kanker yang semakin mengganas. Namun, ia adalah survivor kanker retino blastoma yang diidapnya sejak usia 16 bulan.

Petikan gitarnya saat membawakan melodi lagu Jangan Menyerah D Masiv dan Aku Bisa dari Citra Scholastica mampu membius semua orang yang ada di ruangan gedung diklat RSUP Dr Sardjito. Penampilannya seolah menunjukkan aura positif meskipun ia tak bisa melihat bagaimana keadaan di dalam ruangan tersebut.

Sejak usia lima tahun, Farrel harus merelakan kedua bola matanya untuk diangkat tim dokter di Sardjito. Pilihan tersebut merupakan yang terbaik demi menyelamatkan nyawa remaja yang baru saja lulus SMP Putra Bangsa Klaten ini.

"Saya harus menerima apa yang Tuhan berikan untuk saya, saya tidak putus asa," ceritanya singkat ketika ditemui usai tampil.

Kekuatan dan ketabahan ditambah dengan kasih sayang tak berbatas dari orangtuanya membuat Farrel tumbuh menjadi pribadi yang semakin kuat. Buktinya, beberapa predikat yang sangat luar biasa tersemat pada diri pemuda asli Klaten ini seperti rekor MURI untuk tunetra temuda yang bisa mengoperasikan 14 program komputer di tahun 2009, juara pertama olimpiade sains nasional kategori MIPA tahun 2011, juara Olimpiade Sains Nasional kategori matematika tahun 2015.

"Yang jelas harus semangat, tidak boleh menyerah karena setiap orang pasti punya kelebihan di tengah kekurangannya," imbuh Farrel.

Sang ibu Emi Tri Ratnasari pun sempat menceritakan bagaimana akhirnya ia mantap mendidik sang anak yang berkebutuhan khusus hingga akhirnya bisa meraih prestasi seperti saat ini. "Awalnya kami sangat syok dengan apa yang dialami Farrel, tapi melihat luar biasanya dia dalam menghadapi kami pun terlecut untuk lebih semangat, malah dia yang menyemangati saya," tutur sang ibu tersenyum.

Emi, sapaan akrab Emi Tri Ratnasari pun mengingatkan para ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk sabar dan telaten dalam mendampingi tumbuh kembang mereka. "Pasti berat karena awalnya saya juga mengalami, namun yakinlah bahwa yang terburuk pun bisa jadi terbaik, bersemangat dan jangan menyerah," pungkas Emi. (M-1)
 

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search