Minggu, 31 Juli 2016

Hj Syahrani dan Anton Medan Dikepung Massa di Vihara Tri Ratna Tanjung Balai. Ini Kisahnya...

Aksi massa saat kerusuhan di Tanjung Balai. (youtube)
Aksi massa saat kerusuhan di Tanjung Balai. (youtube)

MEDANSATU.COM, Tanjung Balai – Kerusuhan berbau SARA (Suku Agama Ras dan Antargolongan) pernah terjadi pada 2010 lalu di Tanjung Balai, Sumut. Isunya sama dengan kerusuhan yang terjadi pada Sabtu dini hari lalu (30/7/2016).

Saat itu, sekelompok warga berusaha menurunkan paksa patung yang ada di Vihara Tri Ratna, Tanjung Balai. Bahkan, tokoh masyarakat setempat, Hj Syahrani Harahap, yang memfasilitasi keributan tersebut bersama tokoh Tionghoa muslim, Anton Medan, sempat dikepung ratusan warga.

Ratusan warga itu marah karena aksi mereka hendak menurunkan patung di vihara itu dihalangi Hj Syahrani dan Anton Medan. Meski saat pembangunan vihara itu dilakukan oleh pejabat setempat, namun aksi Hj Syahrani dan Anton Medan tak mendapat dukungan.

Untuk memperjuangkan pembangunan vihara itu, Hj Syahrani akhirnya terbang ke Jakarta untuk meminta bantuan Kementerian Agama (Kemenag).

"Pihak Vihara) minta bantuan, kita sikapi. Awalnya harmonis, namun entah mengapa, dua tahun kemudian (2010), ada kelompok yang ingin menurunkan patung tersebut," jelas Hj Syahrani seperti dilansir metro-online.com, Sabtu (30/7/2016).

Menurutnya, ia dan Anton Medan dan lima tokoh masyarakat lainnya sempat dikepung ratusan massa yang ingin menurunkan patung di vihara tersebut. "Kami tujuh orang dikepung ratusan orang. Namun akhirnya massa membatalkan penurunan patung itu," kenangnya.

"Saat itu, pejabat di Kementerian Agama juga heran dengan saya, kenapa mau memperjuangkan yang bukan satu agama dengan saya. Lalu Menteri Agama memberikan jaminan rekomendasi keamanan terhadap patung tersebut. Akirnya konflik bisa diselesaikan," tambahnya.

Soal kerusuhan yang barusan terjadi, Hj Syahrani mengatakan, harusnya perselisihan itu tak dibesarkan pihak tertentu. "Itu aksi spontanitas, berawal dari adu mulut. Suami dari orang yang protes ke masjid itu juga sudah minta maaf. Harusnya nazir masjid memaafkan wanita tersebut," tukasnya. (sumber: metro-online.com)

loading...

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search