Selasa, 25 Oktober 2016

Kisah Bocah Penderita Radang Otak yang Tinggal di Kos Sempit di Semarang

Semarang - Di dalam kamar kos berukuran 3x3 meter, bocah perempuan berusia 13 tahun terkulai lemas di kasur karena tubuhnya yang lumpuh.

Videla Orista Hariyani namanya. Dia hanya bisa memandangi orang-orang yang masuk ke kamarnya tanpa dapat berkata-kata.

"Ya memang komunikasinya tidak bisa," kata Ibu Videla, Mami Sulistyawati (35) ketika ditemui di kamar kosnya, Jalan Kelengan Kecil 632 A, RT 04 RW 03, Kelurahan Kembangsari, Kecamatan Semarang Tengah, Selasa (25/10/2016).

Saat lahir, bocah yang biasa dipanggil Dela itu dalam kondisi normal. Namun ketika usianya 9 bulan, Dela mendadak panas tinggi hingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Tentara (RST) Semarang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjenguk Videla Orista Hariyani bocah penderita radang otakFoto: Angling Adhitya Purbaya-detikcom
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjenguk Videla Orista Hariyani bocah penderita radang otak

Namun tak ada perubahan setelah dua minggu rawat inap dan diinfus. Dela akhirnya dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang.

"Dulu panas tinggi pas usia 9 bulan dan sempat koma. Selama dua minggu di RST tidak ada perubahan, pindah ke RSUP dr Kariadi," ujar Mami.

"Diagnosa dokter mengatakan anak saya radang otak," imbuhnya.

Dengan keterbatasan ekonomi, Mami berjuang banting tulang untuk membiayai terapi anaknya. Ibu tiga anak itu kini bekerja sebagai asisten rumah tangga setiap pukul 10.00-16.00 WIB.

Ketika waktunya pulang, Mami bergegas mengayuh sepedanya agar bisa cepat-cepat bertemu Dela dan dua anaknya yang lain.

"Dia tidak bisa komunikasi, tapi kalau saya pulang terus dengar suara sepeda saya, dia mulai teriak," ujar Mami berkaca-kaca.

Untuk berpindah tempat, Dela selalu digendong ibunya, termasuk untuk hanya mendapatkan sinar matahari di depan rumah. Tenaganya yang banyak terkuras saat bekerja membuat Mami tidak bisa menggendong anak keduanya itu untuk jalan-jalan terlalu jauh.

"Kalau Minggu saya libur, saya gendong ke luar rumah biar lihat matahari," ujarnya.

Mami dan Dela tinggal bersama dua anak Mami lainnya beserta sang kakek. Mereka berbagi tempat di kamar yang sempit dan tetap saling berbagi.

Kondisi keluarga tersebut mengetuk hati sejumlah pihak di antaranya para jurnalis dan Wali Kota Semarang serta perusahaan swasta. Hari ini, secara simbolis Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyerahkan bantuan kursi roda untuk membantu Dela melihat dunia di luar kos-kosannya.

"Nok, sekarang kita bisa jalan-jalan ya, nok, ya," kata Mami dengan suara lirih sembari mencium pipi anaknya.

Saat menyerahkan kursi roda dan bantuan lainnya, Hendrar juga menawarkan kemudahan untuk Mami dengan menitipkan Dela di panti milik Dinsospora sehingga Mami bisa bekerja tenang.

Selain itu Hendrar juga meminta Camat Semarang Tengah berkoordinasi dengan Dinsospora untuk pengobatan gratis bagi Dela.

"Jadi ibu bisa tenang saat kerja, anak ada yang mengurus. Ya kalu ibu berkenan," kata Hendrar.

Tawaran ini belum disetujui Mami karena dirinya tak mau begitu saja menitipkan Dela kepada orang lain. Namun Mami juga ingin agar ada yang mengurus Dela saat dirinya bekerja.

"Kalau dirawat ya tidak apa-apa. Daripada di sini ditinggal kerja. Memang harapannya ada yang merawat, tapi enggak tega. Sudah 13 tahun sama dia, yang tahu dia sakit, maunya apa ya ibunya," ujar Mami.

Atas kondisi Dela, Hendrar berharap bantuan yang diberikan dapat mengetuk hati para kerabat atau tetangga untuk lebih peduli dengan sekitarnya. Hendrar juga mengapresiasi bantuan dari Wartawan Mancing Mania (Wamama) yang berinisiatif memberikan bantuan.

Sementara itu ketua perwakilan Wamama, Wisnu Wardhana mengatakan pemberian bantuan tersebut merupakan pra event dari acara Festival Polder Tawang yang rencananya digelar 30 Oktober 2016 mendatang.

"Ini bentuk kepedulian kami. Bersama Alfamart, selain tujuh kursi roda, juga ada 500 pasang seragam SD," ujar Wisnu.

(alg/fdn)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search