Minggu, 23 Oktober 2016

Kisah Vidi Aldiano dan Tukang Ojek

TABLOIDBINTANG.COM -

Vidi Aldiano menjabarkan agendanya dalam sebulan. Sebulan, ia manggung paling tidak 9 kali. Bukan berarti 20 hari sisanya leyeh-leyeh. 

Sebagai pejuang indie, Vidi mengurusi proyek kolaborasi dengan perusahaan, meninjau pabrik untuk mencetak album, mengawasi konsep dan rancangan sampul album, mempelajari kontrak sebagai brand ambassador, dan sebagainya. 

Manajemen waktu dan kesehatan tubuh dipertaruhkan. Durasi tidur berkurang drastis. Badan drop tapi tidak boleh jatuh sakit. Pekan lalu misalnya, Vidi kehilangan suara sehari. Memaksa pemilik album religi Lelaki Pilihan membatalkan tiga jadwal meeting. 

Vidi Aldiano (Markuat/tabloidbintang.com)

zoom

"Saya sampai di tahap, 1 hari 24 jam itu kurang. Jam 1 dini hari saya sampai di rumah. Bukan berarti saya bisa langsung tidur, lo. Saya harus mengecek surel lewat komputer jinjing. Padahal, jam 6 pagi harus sudah melek untuk berangkat ke venue. Tidur saya cukup. Cukup kurang, maksudnya ha ha ha!" seloroh Vidi di bilangan Gunawarman, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Kondisi itu diperparah kondisi lalu lintas Ibu Kota. Apalagi dalam sehari, bisa ada empat meeting. Ia mengakali kemacetan dengan naik sepeda motor. Meski konsekuensinya, Vidi tidak bisa tidur di atas motor.

"Serbasalah. Pernah, saya naik mobil lalu terjebak macet. Akhirnya, saya putuskan naik ojek. Ketika tukang ojek datang, ia bengong dan melihat saya lama sekali. Ekspresi mukanya seolah berkata: lo penyanyi, ngapain naik ojek?" cerita rekan duet Andien dalam lagu "Hingga Nanti" dengan geli.

(wyn/gur)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search