Storibriti.com - Kenalkah kalian dengan Doctor Strange? Saya yakin, hingga baru-baru ini tak banyak orang pernah mendengar nama superhero ini atau apalagi pernah baca komiknya.
Para pahlawan super utama dari komik Marvel telah jatuh ke tangan studio film lain--X-Men dimiliki 20th Century Fox, Spider-Man dimiliki Sony, Marvel Studio memiliki Captain America, Thor, Hulk, maupun Iron Man.
Namun, tak mungkin saban tahun merilis film tentang mereka ataupun digabungkan dalam Avengers. Harus dikenalkan tokoh-tokoh baru agar penonton tak bosan.
Baca juga review film lainnya
Asal tahu saja, seperti dicatat Bloomberg Businessweek, ada delapan ribu karakter di jagat komik Marvel. Artinya, studio itu takkan kehabisan persediaan cerita superhero.
Nah, di sinilah jeniusnya Marvel Studio yang dimiliki Disney.

Adegan film Doctor Strange
© 2016 storibriti.com/Marvel Studios/istimewa
Rahasia sukses Marvel Studio, dibanding DC Comics punya Warner Bros., mereka membuat film superhero yang asyik. DC yang memiliki superhero utama macam Superman, Batman atau Wonder Woman memiliki beban saat mengangkat sang jagoan super ke film. Fans hingga pengamat film membebani film-film DC dengan ekspektasi selangit.
Masalahnya, DC kemudian tak memenuhi ekspektasi itu lantaran mereka membuat film yang sekadar "beda dari Marvel." DC membuat film yang asal gelap (Man of Steel dan Batman v Superman) dan sok asyik plus banyak gaya (Suicide Squad).
Marvel Studio, di lain pihak, tak punya beban itu. Lantaran orang kebanyakan tak mengenal superhero yang mereka miliki, ekspektasi penonton hanya satu: filmnya asyik karena ini produk Marvel. Yang menjadi acuan bukan sang superhero, melainkan studio yang mengusungnya.
Di sini, pada akhirnya, superheo macam apapun yang dikenalkan Marvel, penonton pasti berduyun-duyun ke bioskop menontonnya.
Hal itu yang saya saksikan saat nonton Doctor Strange, Rabu sore, 25 Oktober 2016 kemarin di bioskop. Doctor Strange diputar di dua studio. Saat saya nonton, setengah teater terisi penuh--bukti antusiasme orang pada film rilisan Marvel ini.
Lalu, filmnya sendiri bagaimana?
Klik NEXT untuk tahu lebih banyak
(ai)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar