Kamis, 10 November 2016

Kisah Wagiyem, Pahlawan di Balik Dapur Umum Perang Ambarawa

KARANGANYAR - Setiap 10 November, masyarakat Indonesia selalu memperingatinya sebagai hari Pahlawan.

Setiap tanggal itu pula, nama-nama pahlawan mulai dari Pattimura, Cuk Nya Dien, Soekarno-Hatta, Panglima Jenderal Sudirman, Soeharto, pasti dengan mudah bisa diingat oleh masyarakat.

BERITA REKOMENDASI


Namun, di luar dari nama-nama besar itu, ada banyak pahlawan yang masyarakat tak begitu mengenalnya. Padahal, di luar nama-nama besar itu, masih banyak para pejuang yang ikut berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini.

Namun, jangankan mengenal nama-nama di luar dari tokoh-tokoh besar itu, kehidupan para pejuang di luar dari nama-nama besar itupun terlupakan.

Seperti yang dirasakan Wagiyem (88) warga Dimoro, Jongke, Karanganyar, Jawa Tengah. Perempuan kelahiran tahun 1928 ini merupakan salah satu pejuang yang masih diberikan umur panjang. Meskipun usianya tidak lagi muda namun, semangatnya masih tinggi menceritakan kisahnya saat berjuang kepada Okezone.

Ditemani Abdul Kohar, anak menantu dari Wagiyem, Okezone diantar kerumah Wagiyem. Wanita yang tampak sepuh itu pun terlihat tengah duduk ditemani seorang perempuan. Di depannya, tersusun rapi bantuan gula, beras dan sembako yang diberikan langsung Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak.

Ia hanya mengalami masalah kesehatan dalam pernafasan. Bahkan Wagiyem pun baru saja sembuh dari sakitnya setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Oleh karena itu, Okezone juga dibantu oleh anak menantu dari Wagiyem dalam proses kelancaran wawancara.

Wagiyem mengaku jika saat perang kemerdekaan ia merupakan anggota pejuang. Ia memang bukan pemimpin dalam proses perjuangan kemerdekaan. Akan tetapi, perannya di dapur umum menyiapkan makanan bagi para pejuang yang tengah bertempur di Ambarawa sangat membantu sekali.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search