Rabu, 07 Desember 2016

Kisah di Balik Pencarian 3 Petani Korban Tanah Longsor Karanganyar

KARANGANYAR - Pencarian korban longsor di Dukuh Tegalsari, Desa Bulurejo, Karangapandan, Karanganyar, Jawa Tengah resmi ditutup Basarnas dengan ditemukannya korban terakhir atas nama Daliyem.

Banyak kisah dibalik pencarian para korban tanah longsor. Mulai dengan dikerahkannya 16 paranormal hingga mimpi seorang adik korban tanah longsor. Dari mimpi sang adik itulah, jenazah Gito Martono (51) pun ditemukan.

BERITA REKOMENDASI


Rifan salah satu relawan dari Karanganyar Emergency mengatakan belum ditemukannya dua orang petani yang menjadi korban tanah longsor, membuat pihak keluarga resah. Keresahan itulah membuat adik dari Gito Martono salah satu korban longsor nekat melakukan ritual dengan caranya sendiri untuk menemukan keberadaan dari sang kakak.

"Adik dari Gito ini nekat melakukan ritual untuk menemukan keberadaan kakaknya, dengan cara tidur di depan pintu setiap malam sejak operasi pencarian itu dilakukan," papar Rifan saat berbincang dengan Okezone, Rabu (7/12/2016).

Benar saja, di hari ke lima, adik dari korban longsoran ini pun didatangi oleh sosok yang diyakini sebagai kakaknya. Melalui mimpinya, kakaknya itu meminta adiknya menunjukan keberadaan dirinya di antara tumpukan kayu. "Katanya besok pasti ketemu. Cari saja di tumpukan kayu," jelasnya.

Hal itu terbukti benar, keesokan harinya jenasah Gito Martono merupakan jenasah pertama yang berhasil dievakuasi pada Sabtu 3 November 2016, sekira pukul 07.00 WIB di sektor 2 atau sektar 100 meter dari jembatan.

Tim akhirnya korban berusaha mencari lokasi yang digambarkn oleh adik Gito Martono. Sampai pada akhirnya tim melihat suatu lokasi banyak terdapat lalat. Dan saat didekati tercium bau menyengat.

Saat itu pencarian langsung difokuskan di loksi tersebut hingga akhirnya jasad Gito Martono berhasil ditemukan setalah relawan menggali lokasi tersebut. Selama proses pencarian, 16 paranormal pun dikerahkan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Nugroho mengatakan, semua foto-foto lokasi yang sudah diambil, selalu ditunjukan pada para normal yang dilibatkan. Dan setiap tunjukan paranormal di foto yang ditunjukan, pihaknya langsung membundarinya dengan lingkaran merah.

"Setiap foto yang ditunjukan, di bunderi dengan garis merah. Dan besoknya, kami menemukan semua barang-barang milik para petani,"ungkapnya.

Hingga akhirnya pada hari Selasa 6 Desember 2016 pukul 08.10 WIB, jasad Daliyem (66) akhirnya juga ditemukan di sektor 2 lokasi longsor. Ditemukannya Daliyem membuat korban tewas dalam tanah longsor di areal persawahan itu menjadi tiga orang.

Sedangkan empat orang yang selamat dari bencana adalah Paimin (66), Basuki warga Gondang Gentong, Diken warga Tegalsari, Bulurejo dan Sodi warga Karangpandan.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search