Sabtu, 07 Januari 2017

Kisah Bonek Bertahan Hidup dengan Ukulele Demi ke Bandung

Dia enggan meminta belas kasihan kepada warga.

VIVA.co.id – Sekitar 1.500 orang berkeringat dan berpenampilan lusuh terlihat berbaring santai di halaman Gelanggang Olahraga Pajajaran, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 7 Januari 2017. Kebetulan Kota Bandung akhir pekan ini menggelar Kongres Tahunan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.

Bau badan mereka sangat menyengat. Namun, wajah lelah yang penuh harapan terpancar. Mereka ingin melihat klub kesayangan, Persebaya Surabaya, kembali ke kompetisi sepakbola profesional Indonesia.

Bondo Nekat alias Bonek, itulah sebutan bagi mereka. Saat ini, Bonek, yang sudah dewasa maupun anak kecil, sudah tiba di Bandung. Mereka tiba sejak Sabtu pagi tadi.

VIVA.co.id mencoba berbincang dengan salah seorang Bonek. Namanya adalah Tando.

Kelelahan sangat terpancar dari raut wajah Tando. Maklum, ternyata pemuda 17 tahun tersebut baru saja tiba. 

Sepanjang perjalanan ke Bandung, Tando pun tak henti-hentinya bekerja. Ini dilakukannya demi bertahan hidup dan sampai ke Kota Kembang.

"Kami tak bawa uang. Dari Surabaya, kami berangkat pada 3 Januari 2017 lalu. Supaya bisa sampai ke sini, kami  nebeng truk delapan kali," kata Tando.

Selama perjalanan ke Bandung, Tando menggantungkan hidupnya dengan menggunakan gitar ukulele. Dia mengamen di sepanjang perjalanan agar bisa mendapatkan uang untuk sekedar makan, minum, dan memenuhi kebutuhan lainnya.

Tando merasa itu adalah pilihan yang pas. Dia enggan meminta-minta kepada warga untuk mendapatkan makanan atau minuman.

"Saya lebih baik mengamen sama teman-teman. Cari uang yang halal. Tak mau ganggu orang. Tak mungkin seperti itu," ujar dia.

Bonek memang sedang menyerbu Bandung. Sebab, besok akan digelar Kongres Tahunan PSSI. Di Kongres ini, nasib Persebaya akan ditentukan.

Status Bajul Ijo bisa dipulihkan. Dan, mereka bisa berkompetisi lagi di kancah sepakbola nasional.

"Kami ingin Persebaya bangkit, masuk ISL lah. Kami mau mendengarkan keputusan di Kongres," tegas Tando.

 

(ren)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search