
SEMARANG, TRIBUNJATENG.COM -- Dalam dua pekan ini, kebun cabai milik Nurudin (35) yang berada di Dukuh Sudimoro, Desa Kertomulyo, Brangsong, sudah tiga kali kebobolan maling.
Dua kali kebobolan, membuat Nurdin waspada. Setiap dua jam sekali, laki-laki tersebut mengecek kebunnya.
"Yang pertama, ketahuan paginya, kalau cabai-cabai saya dimaling. Yang kedua kepergok tapi lolos, yang ketiga ini, alhamdulillah ketangkap," ujarnya pada Tribun Jateng disela-sela aktvitasnya memanen cabai, Rabu, (11/1).
Nurudin (35) memahami jika harga cabai yang melangit membuat kebun cabai miliknya disasar maling.
"Setelah peristiwa tadi malam, saya lebih perketat penjagaan mungkin akan keliling kebun tiap dua jam sekali," imbuhnya.
Tiga bocah yang masih duduk di bangku SMP nekat mencuri cabai di kebun cabai di Dukuh Sudimoro, Desa Kertomulyo, Brangsong, Selasa (10/1), pukul 01.00 dini hari.
Nurudin memergoki tiga anak tersebut asyik memetik cabai di lahan seluas 1 hektare miliknya
"Saya segera hubungi warga untuk mengepung mereka," ujarnya.
Tiga anak yang masih berusia 12-13 tahun ini lalu hampir saja dihabisi warga. Beruntung mereka selamat, kemudian diseret ke rumah ketua RT setempat beserta barang bukti tiga kilogram cabai.
Nurudin mengaku persoalan tersebut tidak dilaporkan pihak kepolisian, mengingat usia mereka masih relatif muda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar