Jumat, 24 Maret 2017

Cerita Pemain Asing di Indonesia, dari Kisah Pilu hingga Rapor Merah

KOMPAS.com — Sejumlah kisah pilu mewarnai kiprah pesepak bola asing di Indonesia. Sebagian besar disebabkan oleh gaji dan gaya hidup.

Masih ingat bagaimana nasib Sergei Litvinov mencari rezeki di Tanah Air? Eks pemain Solo FC, Persikab Bandung, dan PSLS Lhokseumawe itu berjualan jus, sebelum dideportasi, untuk menyambung hidupnya.

Baca juga: Pemain Rusia Jualan Jus, Menpora Beri Tanggapan

Hidup Diego Mendieta juga berakhir tragis. Pemain asal Paraguay itu tak kunjung mendapat gaji dari Persis Solo hingga ajal menjemput pada akhir 2012.

Lantaran kesulitan biaya, Mendieta sempat meminta ongkos untuk pulang ke negaranya. Namun, hal itu tak bisa dipenuhi.

Baca juga: Diego Mendieta Dapatkan Haknya Setelah Tutup Usia

Lepas dari masalah gaji, sejumlah pemain asing juga kerap berperilaku negatif di luar lapangan. Sebut saja Kamara Kelvin yang ditangkap polisi akibat kasus penipuan melalui Facebook.

Mantan pemain PSPS Pekanbaru asal Sierra Leone itu melakukan aksi tersebut bersama sang istri. (Baca: Bareskrim Bongkar Kejahatan lewat "E-mail" Antarnegara)

Hilton Moreira juga pernah bertindak negatif ketika melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pramugari pada 2012. Masih ada pemain PSM Makassar, Roberto Acosta, yang terjerat kasus hukum lantaran menganiaya kekasihnya.

Baca juga: Antara Pramugari dan Hilton Moreira Baru Saja Berkenalan

Michael Onuorah dan Austine Bosah Uchenna bahkan terlibat kasus narkoba pada akhir 2010. Pemain yang pernah berkiprah di Divisi Utama Liga Indonesia itu dituduh menyelundupkan sabu seberat 2 kilogram. (Baca: Selundupkan Sabu, 2 Pemain Nigeria Disidang)

Yang paling fenomenal tentu Marcio Souza. Pemain asal Brasil itu terkenal temperamen. Marcio sempat dikeroyok tiga rekannya sendiri saat memperkuat Perseman Manokwari.

Terakhir, dia ditangkap di Brasil pada pertengahan tahun lalu lantaran terlibat kasus pengaturan skor.

Nyeleneh

Namun, dari beragam kisah pilu dan perilaku negatif itu, ada juga pemain asing yang bertindak nyeleneh. Siapa tak kenal Patricio Jimenez?

Pemain asal Cile itu sempat menjadi bintang Persib Bandung pada 2006-2007. Ia juga pernah memperkuat klub tenar Indonesia, semisal Semen Padang, Sriwijaya FC, PSMS Medan, dan PSIS Semarang.

Baca: Ketika Didier Drogba dan Samuel Eto'o Bicarakan Persib Bandung...

Pato, sapaan akrabnya, punya gaya eksentrik ketika mengeksekusi penalti. Ia menutup matanya dengan bandana saat menendang penalti.

Pada 2007, ia juga pernah membuat gempar Kota Kembang atas ulahnya menjadi pedagang asongan dadakan bertepatan dengan Natal 2007.

Ia hilir mudik di perempatan Jalan Soekarno-Hatta-Moh Toha, Bandung, sambil membawa kotak berisi rokok, makanan, dan minuman. Bahkan, Pato sempat naik ke bus menjajakan jualannya. 

Ia beralasan melakukan tindakan nyeleneh itu atas kemauan sendiri karena ingin merasakan perjuangan rakyat kecil dalam mempertahankan hidupnya. Namun, aksi itu menuai masalah.

Baca: Empat Pemain Gratisan yang Bisa Jadi Marquee Player di Indonesia

Pato kebingungan karena jumlah uang hasil jualannya tidak sesuai dengan permintaan pedagang. Sebab, semua barang dijualnya dengan harga Rp 1.000.

Polisi pun terpaksa turun tangan. Pato dan sang pedagang dibawa ke pos polisi terdekat.

Ia baru bisa pulang setelah seorang ofisial Persib yang kebetulan lewat memberikan jaminan. Kerugian pedagang pun diganti oleh manajemen Persib. (Gonang Susatyo/Budi Kresnadi/Ferry Tri Adi)

[embedded content]

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search