Detikcom berkunjung ke Monpera, Jalan Merdeka, kawasan Bukit Kecil, Selasa (22/3/2017) sekitar pukul 10.00 WIB. Ada puluhan orang di sekitar Monpera. Beberapa di antaranya adalah pelajar dan mahasiswa. Pengunjung datang silih berganti.
Monpera terdiri dari 8 lantai. Lantai 1 sampai 6 merupakan museum yang isinya lukisan dan benda pusaka. Sedangkan lantai 7 dan 8 dibiarkan kosong agar pengunjung leluasa memandang lanskap Palembang dari ketinggian.
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom |
Salah satu hal menarik di lantai 1 adalah 2 pedang samurai. Satu sepanjang 100 cm, satu lebih pendek, yakni 60 cm. Harum bunga menyeruak ketika benda peninggalan sejarah itu ditarik dari sarungnya.
Kepala UPTD Pengelola Sarana Objek Wisata Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Agusti, menceritakan, kedua pedang samurai itu diserahkan oleh orang yang mengakui ahli waris pada akhir 2015 silam. Dia datang bersama istri dan anaknya. Mereka menolak menyebutkan identitas.
"Istri ahli waris sering sakit, dibawa berobat sana-sini tidak juga sembuh. Hingga akhirnya bermimpi untuk menyerahkan kedua benda bersejarah ini ke museum," ujar Agusti kepada detikcom.
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom |
Menurut Agusti, ahli waris mengaku sudah tidak sanggup lagi memegang amanah untuk merawat kedua benda tersebut. Sebab, ahli waris harus rutin memberikan ritual khusus dan merawatnya. Dilihat dari motifnya, samurai tersebut diperkirakan era kerajaan atau kemerdekaan.
"Setiap malam Jumat harus dimandikan bunga tujuh rupa dan ritual lain sesuai pesanan nenek moyang," imbuhnya.
Baru kali ini museum Monpera mendapatkan titipan barang pusaka dari ahli waris. Dan baru kali ini, benda pusaka yang dipajang di museum tak memiliki nama. Pedang samurai itu perlu diteliti lebih jauh, dapat diketahui nama dan pemiliknya.
(try/try)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar