Selasa, 29 Agustus 2017

Kisah Pencari Rumput Makanan Kuda di Tondano yang Mampu Kuliahkan Anak

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Menjadi pencari rumput untuk makanan kuda mungkin untuk sebagian orang bukan pekerjaan yang menjanjikan.

Namun tidak berlaku bagi warga Tondano yang bekerja sebagai pencari rumput sejak 30 hingga 40 tahun silam,

Mereka harus bangun pagi untuk mencari rumput, yang mereka sebut rumput serawet yang tumbuh di pinggir danau ataupun sawah yang sudah selesai panen.

Biasanya rumput yang mereka dapat sekitar 300-400 ikat dikumpulkan dan dibawa menggunakan mobil ke dekat jembatan kayu besi Wengkol untuk dijual kepada pembeli yang kebanyakan adalah kusir atau pengusaha bendi.

Sembari menunggu, mereka biasanya beristirahat dan saling bertukar pikiran bersama di tempat berupa gubuk yang mereka buat.

Jika ada yang beli rumput, mereka yang naikkan ke bendi atau ke kendaraan.

Satu ikat rumput biasa mereka hargai dengan Rp 500. Kalau tidak terjual juga biasa diganti dengan yang baru.

Biasanya juga sudah ada yang memesan. Keuntungan yang mereka dapat dibagi bersama. Rata-rata mereka bawa pulang uang Rp 100 ribu tiap hari.

Cukup lumayan untuk mereka menghidupi keluarga, bahkan mereka sudah berhasil menyekolahkan anak mereka.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search