Kamis, 24 Agustus 2017

Kisah Warga Terpencil di Desa Kanaan Dumoga Timur, Tahlis Segera Cek Kondisi Sekolah

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Sekretaris Daerah Bolaang Mongondow tampak prihatin ketika mengetahui kondisi Sekolah Dasar Gunung Sari, Dumoga Timur. Keningnya langsung mengerut ketika tahu gambaran sekolah tersebut.

Tahlis dalam keterangannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bolmong tak akan tinggal diam dengan kondisi itu. Dalam waktu dekat ini, pemerintah akan mengecek langsung sekolah tersebut.

Ada syarat untuk pengoperasian sebuah sekolah. Dia minimal ada 12 siswa. Namun kondisi SD Negeri Gunung Sari yang hanya punya enam siswa, membuat Tahlis bingung.

"Kalau siswa hanya begitu, mungkin belum ada izin operasionalnya. Mereka pasti tak bisa keluarlan ijazah. Minimal dia harus punya 12 orang siswa dalam sekolah itu," ujarnya Kamis (24/8).

Sekolah ini memang tak pernah melaksanakan ujian. Setiap ujian mereka harus ke sekolah di desa lainnya yang jaraknya juga tak dekat. Orangtua selalu mengantarkan anak-anak mereka setiap kali ujian.

"Tapi kita akan cari solusi soal masalah ini. Apakah akan buat sekolah baru atau bagaimana. Juga bantuan tenaga pendidik. Sekolah itu harus ramai, kita lihat ke depan seperti apa," ujar Tahlis.

SD Negeri Gunung Sari sebenarnya punya gedung sekolah, tak jauh dari sekolah gubuk mereka. Namun kondisi bangunan sekolah sudah rusak juga. Atap rusak, kaca mulai pecah. Orangtua resah jika anak-anak mereka terus bersekolah di situ.

Sehingga ada kebijakan kembali pindah di gubuk tua, yang juga sebelum-sebelumnya tempat belajar siswa-siswa lainnya. Sulastri Wulandari mengaku senang jika memang pemerintah mau membantu bangunan serta tenaga pelajar di sekolah tersebut.

Ia dan orangtua siswa lainnya berharap bantuan tersebut tak lama-lama. Karena anak-anak memang sudah butuh bantuan. Sulastri kembali menegaskan, bukan bantuan buku, seragam dan lainnya yang mereka butuh.

Yang penting anak-anak bisa sekolah setiap hari. Guru datang tiap hari. Jangan sampai anak-anak mereka jauh tertinggal, dan belum bisa baca dan tulis.

Indonesia telah 72 tahun merdeka, namun anak-anak Sekolah Dasar Negeri Gunung Sari, Dumoga Timur belum merasakan kemerdekaan di dunia pendidikan. Sarana dan prasarana sangat jauh dari kata layak.

Berada di desa terpencil di Bolmong, SD Gunung Sari hanya punya murid enam orang. Dari kelas satu hingga enam, masing-masing dihuni satu murid. Sekolah ini hanya punya dua guru laki-laki yang bergantian mengajar. (fin)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search