
Sejak berkarier di ajang Formula 1 pada 2007, Lewis Hamilton menemui begitu banyak pesaing. Sepanjang 10 tahun kariernya itu, nama-nama seperti Fernando Alonso, Nico Rosberg, sampai Sebastian Vettel hadir menjadi pesaing utama dalam hal perburuan gelar juara dunia.
Hamilton sendiri, empat kali berhasil memenangi persaingan dan menjadi juara dunia. Namun, ada enam kali dirinya gagal dan harus merelakan gelar jatuh ke tangan para pesaingnya. Salah satunya terjadi pada musim 2009 dan gelar itu direbut oleh Jenson Button, orang yang kemudian akan menjadi rekan satu timnya.
Ceritanya begini. Hamilton setahun sebelumnya tampil begitu mengejutkan. Di musim keduanya sebagai pebalap itu, dia berhasil meraih gelar juara dunia bersama tim McLaren-Mercedes. Musim berikutnya, kisah berbeda. Hamilton dan timnya tak bisa berbuat banyak, gelar juara jatuh ke tangan Button yang kala itu membalap bersama Brawn GP.
Mercedes yang merasa harus bisa kembali menguasai Formula 1 kemudian pada musim berikutnya justru menarik Button ke tim. Dia dipasangkan bersama Hamilton. Di sinilah kemudian masa-masa "aneh" bagi keduanya tercipta. Setelah menggabungkan keduanya, Mercedes justru tak bertaji.
Button dan Hamilton, di musim 2010 itu, tak ada satu pun yang berhasil menembus tiga besar. Button mengakhiri musim di posisi lima, Hamilton berada satu trip di atasnya. Dari situ kemudian muncul rumor bahwa Mercedes sudah salah langkah memasukkan dua bintang dalam satu tim.

Penyebabnya? Karena keduanya memiliki ego tinggi dan masing-masing tak mau kalah dari rekan satu timnya. Keduanya sama-sama ingin saling mengalahkan dan pada akhirnya, itu tak baik untuk Mercedes. Nah, dari situ kemudian Button mencoba meluruskan cerita tersebut melalui bukunya, 'Life to the Limit'.
"Apakah dia (Hamilton) suka dikalahkan oleh rekan setimnya? Mungkin tidak, tapi dia seorang pesaing dan saya yakin seperti saya, dia menikmati tantangan itu. Itu sebabnya kami melakukan apa yang kami lakukan. Secara pribadi, dia baik-baik saja dengan saya, tapi Anda bisa mengatakan bahwa dia sedikit kesal," tulis Button seperti dilansir Crash.
"Saya tidak berpikir bahwa saya sesuai dengan seleranya, jika saya ingin jujur. Dan hal-hal sedikit memburuk di Turki (GP Turki musim 2009, red), ketika kami hampir mengalami tabrakan yang menyebabkan sedikit pertengkaran di antara kami," tambahnya.
Baca Juga :
Pada akhirnya, kerja sama itu kemudian hanya bertahan tiga musim seiring juga dengan berpisahnya McLaren dan Mercedes. Dan pada tiga musim itu, keduanya sama sekali tak ada yang keluar sebagai juara dunia. Mereka memang memenangi beberapa balapan, tapi hanya sampai di situ saja prestasinya.
Tapi Button sendiri kemudian tetap mengapresiasi masa-masa itu. Baginya, persaingan dengan Hamilton adalah salah satu rivalitas terbaik yang pernah dijalaninya di dunia Formula 1. Karena kita tahu, setelah itu cerita berbeda baginya. Dia jadi pesakitan bersama McLaren yang payah itu, sementara karier Hamilton makin cemerlang bersama Mercedes.
"Dalam sebuah perlombaan, saya bisa menantangnya, dan kami bisa balapan untuk menang. Selama tiga tahun kami menang beberapa balapan dan beberapa yang saya lakukan adalah balapan terbaik dalam karier saya, karena saya harus mengalahkan Lewis untuk mencapainya," pungkas pria Inggris itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar