
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Desa Tukad Mungga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng memiliki tradisi yang unik dan berlangsung secara turun menurun.
Tradisi itu adalah Megebeg-gebegan.
Tradisi ini merupakan ritual pecaruan agung yang digelar pada Hari Pengerupukan sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi.
Bahkan konon tradisi ini erat kaitannya dengan sejarah desa setempat di masa lalu.
Asal usul Desa Tukad Mungga ini konon berdasarkan para sesepuh dahulu disebut Desa "Tukad Munggah", karena dulu sungai di desa ini airnya sangat bening, namun angker.
Sehingga, para penduduk tidak ada yang berani mandi di aliran sungai tersebut.
Namun suatu hari konon ada putri cantik bernama Dewi Ayu datang melewati sungai dan tertarik dengan kebeningan air tersebut.
Dewi Ayu kemudian memutuskan untuk mandi di aliran air sungai tersebut.
Rambutnya yang panjang, terurai hingga terbawa arus hingga ke muara pesisir pantai.
Saat itu, konon ada seorang raja yang tampan kebetulan berlayar melewati aliran sungai itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar