Ilustrasi lansia (iStock)
Jika kisah sebelumnya terjadi antara orangtua dan anak, maka yang satu ini tentang kisah cinta sepasang kakek dan nenek.
Dikutip dari laman AsiaOne, kisah mengharukan ini terjadi di Negeri Tirai Bambu. Berawal dari profesi yang sama, cerita cinta keduanya bersemi.
Adalah pria bernama Yuan Dibao yang pertama kali melihat sosok guru blasteran (China-Prancis) bernama Danny Li tahun 1953. Saat itu, Li mengajar bahasa Rusia di Zhejiang Medical College di Hangzhou, Tiongkok.
Profesi keduanya sebagai guru membuat mereka kerap bertemu dan menghabiskan waktu bersama serta bercanda gurau.
Setelah satu tahun saling mengenal, Yuan menyampaikan hal yang begitu menyayat hati Li. Tahun 1954, Yuan mengaku sudah menikah.
Tak lama setelah pengakuan Yuan yang telah memiliki istri, Li memutuskan untuk menjauh dari Yuan. Sejak momen itulah keduanya bahkan tak pernah bertemu lagi.
Meski demikian, keduanya tetap berhubungan lewat surat. Pada 1956, Li berangkat ke Prancis dengan alasan yang tak ia sebutkan.
Setibanya di Prancis, keduanya masih berkomunikasi, melanjutkan kisah cinta terlarang mereka.
Aktivitas surat-menyurat tersebut kemudian terhenti, terhalang oleh Revolusi Kebudayaan China di tahun 1960-an hingga tahun 1970-an.
Revolusi kultural merupakan gerakan sosio-politik-budaya-ekonomi yang terjadi di Tiongkok dari 1966 sampai 1976. Dicanangkan oleh Mao Zedong, tujuan gerakan itu adalah menyajikan ideologi komunis ala Mao di China dengan menyapu habis seluruh unsur kapitalis dan tradisional dari masyarakat Tiongkok, serta mencanangkan pemikiran "Maois" sebagai ideologi juga gaya hidup dominan.
Demi tujuan itu, seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dikonstruksikan sesuai dengan haluan besar Mao dan Partai Komunis China.
Keduanya pun hilang kontak dan tak pernah mengutarakan perasaan lewat kata-kata lagi.
Usia Yuan dan Li semakin termakan waktu, keduanya menua dan menjalani kehidupan masing-masing. Yuan sendiri akhirnya menjadi ayah dari tiga orang anak, di mana sang istri meninggal pada tahun 1994. Sementara Li masih melajang.
"Aku tak bisa memulai hubungan dengan lelaki lain, meski mereka sudah berusaha 'mengetuk' hatiku," ujar Li.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar