
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Perkumpulan Muda-mudi Manggarai Bandung (PM3B) menggelar festival budaya Manggarai, NTT, di Gedung Kesenian Dewi Asri ISBI, Kota Bandung, Sabtu (14/7/2018).
Puncak acara itu adalah gelaran teater "Ase Kae", berkisah betapa kuatnya pertalian saudara antara Ase (artinya adik) dan Kae (kakak).
Mereka anak yatim piatu yang memutuskan merantau atas ajakan Kae meskipun Ase berkali-kali menolak.
Iming-iming tanah yang lebih luas dan subur serta ternak yang banyak dan gemuk, akhirnya, membuat Ase luluh.
Perjalanan mereka melewati hutan belantara. Binatang liar, jurang, dan sungai yang dalam dan lebar membuat sang adik selalu ingin menyerah dan pulang ke kampung halaman.
Adegan berjalan di atas titian di atas jurang cukup menegangkan bagi keduanya. Ase hampir jatuh saat hampir mencapai ujung titian.
Beruntung, Kae begitu cekatan untuk membantu sang adik lepas dari ancaman maut.
Granat Itu Sengaja Dibuang oleh Warga karena Ketakutan, Kata Kapolres Bukan Teror https://t.co/zsOhmmzcTz via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 15, 2018
Adegan di sungai bisa disebut bagian paling mengaduk-aduk perasaan penonton.
Tawa, kesedihan, dan kelegaan begitu cepat berganti.
Penonton sempat dibuat tertawa menyaksikan Ase yang begitu gembira mendapatkan air untuk minum dan membasuh mukanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar