REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengenal sosok Muhammad Ali lebih dekat. Muhammad Ali yang bernama asli Cassius Marcellus Clay Jr. lahir di Louisville, Kentucky pada tanggal 17 Januari 1942. Dia mulai menyenangi tinju pada usia 12 tahun. Joe Martin yang mengajak dia untuk berlatih tinju.
Di tinju amatir, Clay memenangkan dua penghargaan dari National Golden Gloves, dua penghargaan National AAU dan yang terpenting adalah merebut medali emas di kelas berat ringan pada Olimpiade 1960. Rekor pertandingan Clay di dunia amatir adalah bertarung 103 kali dan hanya lima kali kalah.
Pada 29 Oktober 1960, Clay beralih ke tinju profesional. Clay bertarung untuk pertamakali dengan Tunney Hunsaker dan langsung mengkanvaskan lawannya pada ronde ke enam, di Louisville. Pada 1961, Clay memenangkan delapan kali pertandingan.
Pada 1962 Clay menantang Sonny Bank. Pertandingan itu berlangsung di Madison Square Garden. Clay terjatuh untuk pertamakalinya selama karir bertinjunya tapi dia bangkit dan membalas dengan mengkanvaskan Bank di ronde ke empat.
Setelah pertandingan, Clay kembali mencatat empat kemenangan dan menghentikan petinju veteran Archie Moore di ronde keempat pada pertandingan terakhirnya pada 1962. Sepanjang 1963, Clay mencatat tiga kali kemenangan di antaranya mengkanvaskan Henry Cooper di ronde kelima.
Pada 25 Februari 1964, Clay menantang juara tinju di kelas berat Charles ''Sonny'' Liston untuk perebutan gelar. Clay pada saat itu masih minim pengalaman tapi dia mempunyai kecepatan pergerakan.
Clay mengkanvaskan Liston pada ronde ketujuh dan tercatat sebagai petinju muda kedua yang merenggut gelar juara dalam sejarah. Setelah pertandingan itu, Clay mengumumkan kepada dunia bahwa dia telah berganti nama menjadi Muhammad Ali dan memeluk Islam.
Ali kembali melakukan pertandingan ulangan yang dramatis dengan Liston. Muhammad Ali merobohkan Liston pada ronde pertama dengan pukulan Phantom Punch.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar