Jumat, 12 Agustus 2016

Keren, film Alice Through The Looking Glass Tampilkan Visual yang Menakjubkan

MAKASSAR – Waktu kita kecil, dongeng-dongeng rakyat adalah hiburan tersendiri yang sangat menarik, khususnya saat dibacakan ibu menjelang tidur. Sehingga, dongeng identik dengan dunai anak-anak.

Akan tetapi, di kekinian dongeng tidak lagi menjadi konsumsi anak-anak. Pasalnya, saat ini dongeng juga sangat diminati remaja, bahkan orang dewasa. Semua itu lantaran andil teknologi visual yang dibenamkan dalam bentuk cerita film-film.

Setelah enam tahun berlalu sejak dirilisnya film Alice in Wonderland, penggemar kisah-kisah Disney, kembali dapat menyaksikan Mad Hatter dan kawan-kawan melalui film Alice Through the Looking Glass. Meski sutradaranya bukan lagi Tim Burton, melainkan James Bobin, namun para tokoh lama tetap ada di sekuelnya.

Dari pantauan MAKASSARTERKINI.com setelah menyaksikan review film dari Walt Disney Studios Motion Pictures ini, kisah mengalir setelah Alice Kingsleigh (Mia Wasikowska) menolak lamaran Hamish (Leo Bill). Alice pun berlayar ke Tiongkok sekadar menghindari Hamish.

Dalam film ini, Mia sudah menjadi sosok yang lebih dewasa dan memimpin sendiri perjalanannya di atas The Wonder, kapal kesayangannya. Ia mampu mengatasi serangan bajak laut hingga tiba di Inggris dengan selamat.

Namun, antusiasme Alice untuk mengarungi dunia melamur begitu mengetahui jika ibunya berencana menjual The Wonder guna menyelamatkan rumah mereka. Alice pun makin kesal saat tahu kalau Hamish berperan dalam keputusan ibunya. Di tengah situasi pelik, ia bertemu kupu-kupu Absolem yang membawanya kembali ke Underland melalui cermin ajaib.

Cerita pun mengalir menegangkan, sebab ternyata Alice dibawa kembali ke dunia tersebut untuk menolong Mad Hatter (Johnny Depp), yang merasa yakin kalau keluarganya masih hidup. Kondisinya pun memprihatinkan sehingga Alice bertekad untuk menyembuhkan Mad Hatter dengan mewujudkan impiannya bertemu keluarganya.

Untuk kembali ke masa lalu agar dapat mengubah masa depan, Alice harus menggunakan sebuah medium "mesin waktu", Chronosphere, yang dimiliki Time (Sacha Baron Cohen). Time adalah sejenis makhluk perpaduan manusia dan robot.

Walaupun mendapat kritik dari para kritikus film luar negeri, film Alice Through the Looking Glass tetap menghibur. Ada beberapa adegan yang mengundang tawa, termasuk melalui sosok Time yang "unik".

Film sekuel ini patut diacungi jempol, khususnya terkati visualnya yang "keren". Secara karakter, selain melihat sosok Alice yang lebih matang, penonton juga dapat menyaksikan tokoh Mad Hatter yang lebih emosional sehingga mengundang simpati para penonton.

Dari film genre fiksi ini, terdapat beberapa "pelajaran" yang bisa dipetik yaitu masa lalu tidak bisa diubah namun bisa dipelajari untuk masa depan. Selain itu, ada nilai tentang pentingnya persahabatan dan keluarga

Oleh karena itu, Alice Through the Looking Glass pas ditonton bersama orang-orang terdekat.

MAKASSARTERKINI.com
[embedded content]

Comments

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search