
Peringatan: Artikel ini mengandung bocoran untuk film Moana, dan beberapa film animasi Disney lainnya.
Pekan lalu, film Moana telah tayang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Amerika Serikat, film animasi 3 dimensi garapan Disney ini berhasil menapakkan jejak pada posisi puncak box office.
Kesuksesan Moana menjadi bukti betapa kuatnya Disney dalam urusan membuat film animasi untuk keluarga dengan seorang gadis muda sebagai karakter utama. Disney telah menggarap film jenis ini sejak Snow White and the Seven Dwarfs pada 1937.
Para gadis itu adalah Snow White, Cinderella, Aurora (Sleeping Beauty), Ariel (The Little Mermaid), Belle (Beauty and the Beast), Jasmine (Aladdin), Pocahontas, Mulan, Tiana (Princess and the Frog), Rapunzel (Tangled), Merida (Brave), serta Anna dan Elsa (Frozen).
Mereka disebut Putri Disney --sebagian besar memang dikisahkan sebagai anak raja. Molly Freeman dari Screenrant menulis, karakteristik para Tuan Putri biasanya sama; mereka berhati mulia, sangat feminin, dan terlibat dalam hubungan romantis dalam film masing-masing.
Namun, Moana tidak mengikuti stereotipe laiknya Putri Disney lain. Gadis ini tegar, punya ambisi, kuat, tapi punya kelemahan dari sisi sifat, menjadikannya karakter yang masuk akal dan manusiawi. Tidak seperti putri pada umumnya yang lembut gemulai tanpa kelemahan.
Selama ini film-film Disney dikritik karena menampilkan karakter wanita yang tidak realistis, serta selalu mengimplikasikan romantisme dalam lembaga perkawinan sebagai sesuatu yang harus ada demi kebahagiaan kaum Hawa. Adanya Moana menjadikan bukti bahwa Disney telah mengikuti perkembangan zaman.
Sebetulnya perubahan ini terjadi sejak The Princess and the Frog (2009), Tangled (2010), dan Frozen (2013). Tiana adalah seorang gadis ambisius dan pekerja keras, dan ingin bikin restoran sendiri. Namun ada kisah romantis dalam film ini. Akhirnya Tiana menjadi putri lewat pernikahan dengan Naveen.
Tangled juga punya kisah cinta antara Rapunzel dengan Flynn Rider. Sementara, Frozen bisa dibilang mendobrak tradisi, dengan menempatkan "sang pangeran" --bernama Hans-- sebagai penjahat.
Hubungan saudara antara Anna dan Elsa juga lebih dieksplor dalam Frozen serta menjadi tema utama film ini. Meski demikian, pada akhirnya ada kisah cinta bak dongeng antara Anna dan Kristoff, yang hidup bahagia sampai akhir masa.
Nah, Moana tak memiliki kisah romantis apapun. Film ini menceritakan Moana Waialiki (diisi suara oleh Auli'i Cravalho), anak dari kepala sebuah desa di pulau Motunui.
Ketika kegelapan mulai menghantui pulau tropis itu, Moana harus pergi berpetualang untuk membebaskan seorang manusia setengah dewa bernama Maui (Dwayne Johnson).
Dalam perjalanan, mereka tak saling jatuh cinta, seperti klise yang kerap terjadi pada kisah klasik Disney. Alih-alih cinta, Moana dan Maui menjadi sahabat yang saling memahami satu sama lain.
Kisah ini meneruskan tren yang dibikin Disney sejak Tangled dan Frozen. Moana memang anak baik, tapi seperti Rapunzel dan Elsa, ia punya kelemahan. Moana merupakan gadis yang keras kepala dan tak yakin pada dirinya sendiri. Ia juga kuat, beberapa kali justru malah dirinya yang menyelamatkan Maui, meski ada kalanya sebaliknya.
Meski begitu, Moana masih mengikuti tradisi Disney, seperti posisi Moana sebagai seorang anak kepala suku, tak beda jauh dengan putri-putri Disney lain yang biasanya punya sosok ayah seorang pemimpin. Namun, hal ini tak diakui oleh si gadis muda.
Dalam beberapa adegan, Maui memanggil Moana sebagai putri, tapi Moana selalu menolaknya dan menyatakan bahwa dia adalah anak kepala suku, bukan seorang putri raja.
Sebetulnya, Moana bukan putri Disney pertama yang bukan dari kaum bangsawan. Pocahontas juga demikian, ia juga anak kepala suku Indian --ia juga Putri Disney pertama yang bukan dari ras kulit putih. Namun Moana lebih menekankan bahwa ia tak berdarah biru, seakan mewakili Disney bahwa penggambaran mereka akan sosok wanita sudah berubah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar