Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Berprofesi menjadi bidan merupakan cita-cita Penta Hidayatussidiqah Ardin sejak kecil.
Kegemarannya terhadap bayi menjadi alasaanya untuk terus menuntut ilmu hingga cita-citanya menjadi bidan tercapai.
Alumni Program Studi D4 Kebidanan di salah satu universitas swasta di Yogyakarta itu pun akhirnya sukses meraih cita-citanya ketika sejak 2015 lalu mulai bekerja menjadi bidan di salah satu rumah sakit swasta di Yogyakarta.
Kepada Tribun Jogja, dara kelahiran Wonosobo 23 tahun lalu itupun menceritakan suka duka berprofesi sebagai bidan, dari rasa senangnya bertemu bayi-bayi lucu dan menggemaskan hingga kesibukannya yang sering membuatnya telat makan.
"Suka duka jadi bidan, sukanya bisa bantuin banyak orang terutama ibu hamil sama bayi-bayi lucu. Dukanya kadang suka nggak makan atau makan telat kalo udah ngurusin pasien," ujar Penta sapaan akrabnya.
Ketika menghadapi persalinan, lanjut Penta, menjadi kepuasan tersendiri apabila persalinan tersebut berjalan lancar dan normal.
Menurutnya hal tersebut merupakan pengalaman yang menyenangkan sebagai seorang bidan.
Namun, tak jarang Penta menjumpai ibu bersalin yang lepas kontrol.
Ia pun pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika pernah tertendang ibu bersalin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar