Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sri Suparni (49) tampak tersenyum sembari melambaikan tangan saat Tribun Jogja melewati jalan kecil di samping rel kereta api di Sorowajan Baru, Banguntapan Bantul, pada Sabtu di pekan kedua Februari 2017 kemarin.
Setelah berjanjian sebelumnya, Tribun Jogja mendatangi rumah salah satu pemain yang kini masih aktif pentas bersama Kelana Bhakti Budaya ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kelana Bhakti Budaya bisa disebut ketoprak tobong terakhir yang masih beroperasi di DIY.
Di tempat tinggal sederhana persis di pinggir Kali Gajah Wong, tersebut, Sri tinggal bersama dengan suaminya Mardi Suwarno (57) yang juga pemain ketoprak di Kelana Bhakti Budaya.
Pasangan suami isti ini adalah salah satu pemain yang ikut pentas rutin Kelana Bhakti Budaya pada setiap Jumat malam.
Pasangan Mardi Surwarno dan Sri Suparni adalah dua dari sebagian besar pemain atau seniman Kelana Bhakti Budaya yang berasal dari DIY dan sekitarnya.
Mardi Suwarno yang berprofesi sebagai tukang batu ini ikut bergabung sejak enam tahun lalu, namun untuk dunia ketoprak dia sudah lama menggeluti yakni sejak 1990.
Profesi tukang batu adalah profesi utamanya dalam menopang kehidupan sehari-hari.
Mengingat pendapatan dari bermain ketoprak tobong jauh dari mencukupi, dan kadang hanya cukup untuk biaya transportasi berangkat dan pulang dari tobong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar