Rabu, 17 Mei 2017

Kisah Penyandang Tunanetra Pantang Menyerah Kejar Diktinya Di UNM

Rektor UNM Prof Husain Syam MTP bersama Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Musafir Pababari, saat melihat dan memantau langsung Herman penyandang disabilitas tunanetra di pascasarjana UNM (FOTO: Ahadri)

penulis : Ahadri

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Penyandang disabilitas yang berkebutuhan khusus, bukan menjadi alasan untuk menempuh pendidikan tinggi.

Adalah Herman (23) penyandang tunanetra yang pantang menyerah demi melanjutkan pendidikan tingginya (dikti) yang satu-satunya menjadi peserta ujian Selesi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2017.

Pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 selain diikuti para peserta reguler juga diikuti peserta berkebutuhan khusus.

Dalam gelaran SBMPTN 2017 kali ini Herman memilih kampus UNM dengan tiga prodi jurusan yaitu Pendidikan Luar Biasa, Pendidikan Sosiologi, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

"Saya memilih ketiga prodi ini karena saya tertarik, utamabya di Pendidikan Luar Biasa agar saya ingin mengajar penyandang disabilitas," ujarnya saat ditemui inipasti.com, Selasa (16/5/2017).

Melihat dari persiapan yang sudah dilakukan untuk bersaing dengan para peserta SBMPTN 2017 lainnya, Herman mengatakan persiapannya untuk menghadapi ujian tersebut demi mengejar dan melanjutkan pendidikannya semata.

"Persiapannya sama saja seperti peserta lain, hanya belajar-belajar materi ujian, kadang belajar ada pembimbing, kadang belajar mandiri, saya terus belajar karena saya ingin menempuh pendidikan tinggi saya," ucapnya.

Ia pun berharap pada pelaksanaan ujian nanti, ia diberikan kelancaran dan sesuai dengan harapan yang sudah di cita-citakannya.

"Ya mudah-mudahan disini saya ada jodohnya untuk dapat lolos SBMPTN," ujarnya.

Melihat hal tersebut, Rektor UNM, Prof. Dr. Husain Syam menanggapi semangat dari penyandang disabilitas tersebut dan sangat memberikan apresiasi serta tidak membatasi segala hak dan kebutuhan dari anak bangsa.

"Mereka akan mendapat kesetaraan penanganan yang baik sesuai dengan kebutuhannya, karena tidak boleh ada anak bangsa yang di batasi dalam berkarya dan mengembangkan ilmu pengetahuannya," tuturnya.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search